Penyebab Rasa Sakit pada Ulu Hati

  • 16 Feb 2026 10:58 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang: Nyeri ulu hati adalah salah satu gejala yang umum menyertai penyakit GERD (gastroesophageal reflux disease). Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk gaya hidup sehari-hari. Oleh karena itu, penting bagi penderita GERD untuk mengenali kebiasaan yang dapat memicu keluhan dan menghindarinya agar kualitas hidup tetap terjaga. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

1. Makan secara Berlebihan

Makan dalam porsi terlalu besar dapat memicu nyeri ulu hati karena lambung menjadi penuh dan tekanan di dalamnya mendorong asam lambung naik ke kerongkongan. Risiko ini akan semakin tinggi jika makanan yang dikonsumsi tinggi lemak yang secara alami lebih sulit dicerna serta membuat katup antara lambung dan kerongkongan (lower esophageal sphincter/LES) lebih mudah terbuka.

2. Jenis Makanan Tertentu

Selain jumlah makanan, jenis makanan yang dikonsumsi juga berperan dalam memicu nyeri ulu hati. Beberapa jenis makanan diketahui dapat memicu relaksasi katup kerongkongan bawah (LES) atau memperlambat pengosongan lambung, sehingga asam lebih mudah naik ke kerongkongan.

3. Pola Makan dan Gaya Hidup Tidak Teratur

Pola makan dan kebiasaan sehari-hari juga berpengaruh terhadap munculnya nyeri ulu hati. Kebiasaan seperti makan terlalu malam, langsung berbaring setelah makan, atau melewatkan waktu makan lalu makan dalam porsi besar dapat meningkatkan risiko refluks asam.

Selain itu, kurangnya aktivitas fisik dan posisi tubuh tertentu, seperti berbaring datar setelah makan, dapat mempermudah naiknya asam lambung ke kerongkongan. Mengatur waktu makan dan memberi jeda sebelum berbaring merupakan bagian penting dalam membantu mengendalikan gejala.

4. Merokok

Penelitian dari jurnal Pharmacophore (2022) membuktikan bahwa kebiasaan merokok berhubungan kuat dengan meningkatnya kasus GERD dan gejala nyeri ulu hati. Data mengungkapkan bahwa dari total 573 partisipan, lebih dari sepertiganya adalah perokok aktif yang secara konsisten mengalami keluhan nyeri ulu hati yang lebih intens dibandingkan nonperokok.

Selain itu, merokok dapat mengurangi produksi air liur yang mengandung bikarbonat, yakni zat alami penetral asam. Penurunan air liur ini membuat kerongkongan lebih rentan terhadap iritasi akibat paparan asam. www.siloamhospitals.com.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....