Makanan dan Minuman Pemicu Asam Lambung
- 29 Jan 2026 09:42 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - GERD atau gastroesophageal reflux disease merupakan gangguan pencernaan yang terjadi ketika asam lambung mengalir naik ke kerongkongan (esofagus). Kondisi ini sering menimbulkan rasa tidak nyaman, seperti nyeri di ulu hati, sensasi terbakar di dada (heartburn), hingga keluhan pada perut bagian atas.
Penderita GERD umumnya mengalami refluks asam ringan setidaknya dua kali dalam seminggu. Pada kasus yang lebih berat, keluhan dapat muncul minimal satu kali setiap minggu dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Oleh sebab itu, pengelolaan GERD penting dilakukan, baik melalui perubahan pola hidup maupun penggunaan obat sesuai anjuran tenaga medis.
Penyebab Terjadinya GERD
GERD terjadi akibat melemahnya sfingter esofagus bawah, yaitu otot yang berfungsi sebagai katup antara kerongkongan dan lambung. Dalam kondisi normal, otot ini menutup rapat setelah makanan masuk ke lambung sehingga isi lambung tidak kembali naik.
Namun, ketika sfingter tersebut melemah atau tidak dapat menutup dengan sempurna, asam lambung dapat mengalir kembali ke kerongkongan. Jika kondisi ini berlangsung berulang, lapisan esofagus berisiko mengalami iritasi dan peradangan.
Makanan dan Minuman yang Dapat Memicu GERD Kambuh
Beberapa jenis makanan dan minuman diketahui dapat memperparah gejala GERD. Berikut di antaranya:
1. Cokelat
Meski memiliki manfaat kesehatan, cokelat dapat merangsang peningkatan produksi asam lambung. Kandungan kafein dan theobromine di dalamnya berpotensi membuat sfingter esofagus bawah menjadi lebih rileks, sehingga asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan.
2. Makanan pedas
Rasa pedas berasal dari senyawa capsaicin yang banyak ditemukan pada cabai. Zat ini dapat memperlambat proses pencernaan dan memicu sensasi panas di dada serta nyeri perut, terutama pada penderita asam lambung. Selain itu, capsaicin juga berisiko mengiritasi kerongkongan.
3. Bawang-bawangan
Bawang merah, bawang putih, maupun bawang bombai termasuk makanan yang perlu dibatasi oleh penderita GERD. Jenis bawang ini dapat melemahkan sfingter esofagus bawah dan merangsang peningkatan asam lambung, sehingga memicu rasa perih pada lambung.
| Baca juga: Ragam Manfaat Kopi tanpa Gula Bagi Kesehatan |
4. Buah sitrus
Buah seperti jeruk, lemon, dan grapefruit memiliki kadar asam yang tinggi. Konsumsinya pada penderita GERD sering dikaitkan dengan munculnya sensasi terbakar di perut. Kandungan asam tersebut diduga dapat mengiritasi kerongkongan dan memperparah refluks.
5. Makanan tinggi garam
Asupan garam berlebih dapat meningkatkan risiko kambuhnya asam lambung, terutama jika dikombinasikan dengan makanan lain yang bersifat pemicu, seperti makanan pedas dan bawang-bawangan.
6. Tomat
Tomat termasuk sayuran dengan tingkat keasaman cukup tinggi. Konsumsi tomat secara berlebihan dapat mendorong peningkatan asam lambung dan memperburuk keluhan GERD.
7. Kopi
Kopi mengandung kafein dan bersifat asam, sehingga sering memicu munculnya gejala GERD, seperti nyeri ulu hati dan rasa panas di dada.
8. Alkohol dan rokok
Minuman beralkohol dan kebiasaan merokok dapat menyebabkan sfingter esofagus menjadi lebih rileks. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini berisiko memperparah GERD dan memicu nyeri ulu hati yang bersifat kronis.
9. Makanan berlemak tinggi
Makanan tinggi lemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, sehingga pengosongan lambung menjadi lebih lambat. Kondisi ini dapat meningkatkan produksi asam lambung dan memicu refluks, terutama pada penderita GERD.
Referensi : halodoc
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....