Dampak Positif dan Negatif MSG bagi Kesehatan
- 11 Des 2025 17:53 WIB
- Sintang
KBRN,Sintang : Profesor Kikunae Ikeda adalah seorang ilmuwan Jepang yang menemukan MSG pada tahun 1908. Ia menemukan bahwa glutamat, sebuah asam amino yang terkandung dalam rumput laut kombu, dapat memberikan rasa umami yang kuat pada makanan.
Ikeda kemudian mengembangkan proses untuk mengekstrak glutamat dari rumput laut kombu dan mengubahnya menjadi MSG. Ia mendirikan perusahaan Ajinomoto, yang kemudian menjadi salah satu produsen MSG terbesar di dunia.
Penemuan Ikeda ini merevolusi industri makanan, karena MSG dapat digunakan sebagai bumbu untuk meningkatkan rasa makanan. MSG kemudian menjadi sangat populer di seluruh dunia dan digunakan dalam berbagai jenis makanan, dari makanan Asia hingga makanan Barat.
Makanan berMSG (Monosodium Glamat) dapat memiliki dampak positif dan negatif bagi kesehatan, tergantung pada jumlah dan frekuensi konsumsi.
Dampak Positif:
1. Meningkatkan rasa: MSG dapat meningkatkan rasa makanan dan membuatnya lebih lezat.
2. Menghemat biaya: MSG dapat digunakan sebagai pengganti bumbu-bumbu lainnya, sehingga dapat menghemat biaya.
3. Meningkatkan nafsu makan: MSG dapat meningkatkan nafsu makan dan membuat makanan lebih menarik.
Dampak Negatif:
1. Gangguan kesehatan: Konsumsi MSG yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti:
- Sakit kepala
- Nausea dan muntah
- Gangguan pencernaan
- Alergi
- Gangguan keseimbangan nutrisi
2. Ketergantungan: Konsumsi MSG yang berlebihan dapat menyebabkan ketergantungan dan membuat tubuh tidak dapat merasakan rasa alami makanan.
3. Kenaikan berat badan: Konsumsi MSG yang berlebihan dapat menyebabkan kenaikan berat badan karena kandungan gula dan garam yang tinggi.
4. Gangguan keseimbangan nutrisi: Konsumsi MSG yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan keseimbangan nutrisi dan membuat tubuh kekurangan nutrisi penting.
Tips untuk mengonsumsi MSG dengan aman:
1. Konsumsi dalam jumlah moderat: Konsumsi MSG dalam jumlah moderat dan tidak berlebihan.
2. Pilih MSG yang aman: Pilih MSG yang aman dan tidak mengandung bahan-bahan berbahaya.
3. Baca label: Baca label MSG dan pastikan tidak mengandung bahan-bahan yang tidak diinginkan.
4. Konsumsi makanan seimbang: Konsumsi makanan seimbang dan tidak hanya bergantung pada MSG.
Batas aman konsumsi MSG:
- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan batas aman konsumsi MSG adalah 120 mg/kg berat badan per hari.
- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia merekomendasikan batas aman konsumsi MSG adalah 1,4 gram per hari.
MSG yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah Kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi MSG dalam jumlah yang moderat dan tidak berlebihan. Selain itu, ada beberapa cara untuk mengurangi konsumsi MSG, seperti:
1. Baca label makanan dan pastikan tidak mengandung MSG atau bahan-bahan lainnya yang tidak diinginkan.
2. Memasak sendiri makanan dapat membantu mengurangi konsumsi MSG dan bahan-bahan lainnya yang tidak diinginkan.
3. Menggunakan bumbu alami seperti garam, merica, dan rempah-rempah dapat membantu mengurangi konsumsi MSG.
4. Menghindari makanan olahan dan memilih makanan segar dapat membantu mengurangi konsumsi MSG.
Namun, perlu diingat bahwa setiap orang memiliki reaksi yang berbeda-beda terhadap MSG, sehingga penting untuk memperhatikan reaksi tubuh dan mengonsultasikan dengan dokter jika memiliki masalah kesehatan.
Referensi :
https://www.msn.com/id-id/berita/other/kontroversi-msg-manfaat-dan-risikonya-bagi-kesehatan-sesuai-dengan-fakta-ilmiah/ar-AA1NSni4
https://www.alodokter.com/msg-monosodium-glutamate
https://www.halodoc.com/artikel/wajib-tahu-ini-efek-positif-dan-negatif-dari-konsumsi-msg
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....