Perbedaan Es Batu dari Air Mentah dan Matang
- 30 Sep 2025 16:19 WIB
- Sintang
KBRN, Sintang: Es batu memang bikin minuman lebih segar, tapi hati-hati jika dibuat dari air mentah. Air yang tidak direbus bisa mengandung bakteri berbahaya seperti Escherichia coli (E. coli) dan Salmonella. Proses pembekuan tidak mampu membunuh bakteri tersebut sehingga risikonya tetap ada. Jika masuk ke tubuh, bakteri ini bisa menimbulkan berbagai gangguan pencernaan seperti nyeri perut, mual, muntah, diare, demam, hingga dehidrasi. Anak-anak, lansia, serta orang dengan daya tahan tubuh lemah lebih rentan mengalami infeksi, bahkan jika tidak ditangani dengan baik bisa berujung pada komplikasi serius. Menurut BPOM, ciri-ciri es batu bisa dilihat dari tampilannya:
1. Es dari air mentah
- Biasanya berwarna putih susu di bagian tengah karena masih banyak gas yang terperangkap.
- Umumnya dijual dalam bentuk es balok.
- Tidak layak diminum karena sering dibuat dari air yang kualitasnya tidak terjamin.
2. Es dari air matang
- Lebih bening, sering disebut es kristal.
- Gas dalam air sudah hilang saat perebusan sehingga tampilannya lebih jernih.
- Lebih aman untuk dikonsumsi.
Namun, perlu diingat bahwa es bening belum tentu dibuat dari air matang. Mesin es modern bisa menghasilkan es kristal meski dari air mentah. Jadi, warna saja tidak bisa dijadikan patokan mutlak. Cara paling aman adalah membuat es sendiri di rumah dengan air matang. Jika sedang makan di luar, perhatikan jenis es yang digunakan. Hindari es balok yang biasanya dipakai untuk mendinginkan makanan, bukan untuk diminum. Lebih baik berhati-hati sejak awal agar terhindar dari masalah pencernaan yang tidak diinginkan. (Lin)
Referensi:
https://www.klikdokter.com/info-sehat/kesehatan-umum/cara-membedakan-es-batu-dari-air-mentah-dan-air-matang?
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....