Berbagai Efek Konsumsi Kecubung bagi Kesehatan
- 08 Sep 2025 09:09 WIB
- Sintang
KBRN, Sintang : Tanaman kecubung digunakan sebagai obat tradisonal di beberapa daerah. Kandungan fitokimianya dipercaya bisa menyembuhkan beberapa penyakit. Namun, penggunaan kecubung sebagai obat alami ternyata memiliki risiko dari kandungan racunnya.
Kecubung (Datura stramonium) kerap digunakan sebagai obat herbal untuk mengurangi peradangan dan mengatasi asma.
Namun, bagian daun, buah, biji, akar, hingga getah kecubung mengandung senyawa beracun alkaloid tropan seperti atropine, hyoscyamine, dan scopolamine.
Senyawa tersebut memiliki efek antikolinergik yang mampu memblokir kerja neurotranmiter asetilkolin yang mengatur berbagai fungsi tubuh.
Gejala keracunan akibat konsumsi kecubung antara lain mulut kering, rasa haus yang ekstrem, mual, muntah, hipersensitif terhadap cahaya, delusi, hingga kejang-kejang.
Berikut ini efek bahaya konsumsi kecubung bagi kesehatan.
1. Dehidrasi
Selain mengganggu fungsi sistem saraf tubuh, kandungan senyawa alkaloid tropan yang terdapat dalam kecubung dapat membuat tubuh kekurangan cairan atau dehidrasi.
Kondisi ini biasanya ditandai dengan gejala seperti rasa haus yang berlebihan, mulut kering , dan kulit yang terasa lebih kering.
Jika tidak segera diatasi, efek dehidrasi yang muncul karena makan kecubung ini bisa menyebabkan kerusakan organ hingga berakibat fatal.
2. Kecanduan
Tanaman herbal ini juga dapat membuat orang yang mengonsumsinya mengalami kecanduan seperti halnya menggunakan psikotropika.
Hal ini karena konsumsi tanaman kecubung dapat memberikan efek euforia atau perasaan senang berlebihan.
Tak hanya itu, mengonsumsi kecubung juga dilaporkan dapat membuat penggunanya merasa bersemangat dan berenergi. Efek ini bisa berlangsung selama 3 – 4 jam.
Efek rasa senang dan berenergi yang muncul akibat konsumsi kecubung inilah yang membuat penggunanya ingin terus mengonsumsinya. Ini berpotensi menyebabkan seseorang mengalami kecanduang kecubung.
3. Gangguan pada fungsi sistem saraf
Saat dikonsumsi, senyawa alkaloid tropan yang terdapat dalam tanaman kecubung dapat memengaruhi fungsi sistem saraf dan menyebabkan halusinasi hingga kejang-kejang.
Tak hanya itu, sebuah studi kasus yang diterbitkan dalam jurnal Advances in Research mengungkapkan bahwa efek beracun tanaman kecubung dapat menyebabkan delirium.
Delirium adalah kondisi kebingungan parah yang menyebabkan penderita mengalami kesulitan dalam berpikir atau mengingat dengan jelas.
4. Kerusakan pada organ tubuh
Tidak hanya dapat menyebabkan kecanduan, makan kecubung juga berpotensi menyebabkan kerusakan pada organ-organ tubuh.
Studi dalam jurnal Toxicologi Research melakukan penelitian pada tikus untuk mengetahui efek konsumsi ekstrak biji kecubung terhadap organ tubuh.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi tanaman herbal ini dapat menyebabkan terganggunya berbagai fungsi tubuh, mulai dari hati, jantung, ginjal,
hingga otak.
5. Efek psikotropika dan halusinogen
Salah satu bahaya utama dari penggunaan kecubung adalah efek psikotropika dan halusinogennya. Kandungan alkaloid seperti skopolamin dan atropin dapat menyebabkan halusinasi, disorientasi, dan delirium. Penggunaan dalam dosis tinggi dapat berakibat fatal karena efeknya pada sistem saraf pusat.
6. Gangguan pencernaan
Efek bahaya makan kecubung selanjutnya yang mungkin dirasakan adalah gangguan pada sistem pencernaan, seperti sakit perut, mual, muntah, serta diare.
Hal ini disebutkan oleh studi dalam jurnal BMC Public Health yang meneliti 293 kasus keracunan senyawa alkaloid tropan akibat konsumsi tanaman kecubung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 293 kasus keracunan alkaloid tropan, 22% mengalami gejala diare dan sekitar 18% dilaporkan mengalami gejala mual, dan muntah.
Referensi:
https://hellosehat.com/herbal-alternatif/herbal/efek-kecubung/#goog_rewarded
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....