Kenali Delapan Fase Bulan
- 26 Mei 2024 23:01 WIB
- Sintang
KBRN, Sintang: Bulan adalah satelit alami terbesar kelima di tata surya, jarak rata-rata Bulan dari Bumi adalah sekitar 384.400 kilometer (238.855 mil). Bulan memiliki permukaan yang penuh dengan kawah yang dihasilkan oleh tabrakan meteor. Bulan juga hampir tidak memiliki atmosfer, sehingga tidak ada angin atau cuaca. Oleh karena itu, jejak kaki astronot yang mendarat di Bulan kemungkinan akan tetap ada selama jutaan tahun. Gravitasi di Bulan hanya sekitar 1/6 dari gravitasi Bumi, ini berarti objek di Bulan memiliki berat yang jauh lebih ringan dibandingkan di Bumi. sementara suhu di Bulan bisa sangat ekstrem, mencapai hingga 127°C (260°F) di siang hari dan turun hingga -173°C (-280°F) di malam hari.
Jika kamu memperhatikan bulan, pernah gak se kamu bertanya bagaimana Bulan berubah bentuk setiap malam? Ternyata Bulan tidak pernah berubah bentuk sama sekali dan Bulan tidak memancarkan (mengeluarkan) cahayanya sendiri, tetapi cahaya bulan yang kita lihat sebenarnya adalah cahaya Matahari yang terpantul di permukaan Bulan. Jadi, saat Bulan mengorbit Bumi , Matahari menyinari berbagai bagiannya, sehingga Bulan tampak seolah-olah sedang berubah bentuk.
Bulan adalah satu-satunya satelit alami Bumi (benda langit yang mengorbit suatu planet). Bulan memerlukan waktu 27,3 hari untuk melakukan satu orbit penuh mengelilingi Bumi Ini disebut rotasi sinkron, yang menyebabkan hanya satu sisi Bulan yang selalu menghadap Bumi (sisi dekat), sementara sisi lainnya tidak pernah terlihat dari Bumi (sisi jauh), namun karena Bumi bergerak mengelilingi matahari pada waktu yang sama, Bulan memerlukan waktu 29,5 hari untuk melalui delapan 'fase' berbeda dalam satu bulan lunar .
Bulan mengalami berbagai fase yang terlihat dari Bumi seiring dengan perubahan posisi relatif antara Bumi, Bulan, dan Matahari, dikutip dari berbagai sumber berikut fase-fase Bulan:
1. Bulan Baru (New Moon):
Fase bulan baru terjadi ketika Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, sehingga sisi Bulan yang terang menghadap menjauh dari Bumi yang berarti Bulan tidak terlihat dari Bumi.
2. Bulan Sabit Muda (Waxing Crescent):
Selanjutnya fase bulan sabit muda terjadi ketika sebagian kecil dari sisi terang Bulan mulai terlihat setelah Bulan Baru. Terlihat sebagai sabit tipis di langit barat setelah matahari terbenam.
3. Kuartal Pertama (First Quarter):
Fase kuartal pertama terjadi ketika setengah dari sisi terang Bulan terlihat dari Bumi. Saat ini Bulan berbentuk setengah lingkaran dan terlihat di sore hingga malam hari.
4. Bulan Cembung Muda (Waxing Gibbous):
Nah fase bulan cembung muda teerjadi ketika lebih dari setengah dari sisi terang Bulan terlihat, tetapi belum penuh. Terlihat di langit timur setelah matahari terbenam dan bertambah terang setiap malam.
5. Bulan Purnama (Full Moon):
Berikutnya fase bulan purnama ketika Bulan berada di sisi yang berlawanan dari Bumi terhadap Matahari, sehingga seluruh sisi terang Bulan menghadap Bumi dan Bulan terlihat bulat penuh.
6. Bulan Cembung Tua (Waning Gibbous):
Setelah Bulan Purnama, bagian terang Bulan mulai berkurang. Masih lebih dari setengah yang terlihat, tetapi berkurang setiap malam inilah fase bulan cembung tua.
7. Kuartal Ketiga (Last Quarter):
Fase kuartal ketiga yaitu ketika setengah dari sisi terang Bulan terlihat lagi, tetapi kali ini bagian yang berbeda dari Kuartal Pertama. Terlihat di langit pagi.
8. Bulan Sabit Tua (Waning Crescent):
terakhir fase bulan sabit tua yang hanya sebagian kecil dari sisi terang Bulan yang terlihat menjelang Bulan Baru berikutnya. Terlihat sebagai sabit tipis di langit timur sebelum matahari terbit.
Nah itulah delapan fase bulan, perubahan fase-fase Bulan ini terjadi karena variasi dalam pandangan kita terhadap sisi terang Bulan yang disinari Matahari seiring dengan pergerakan Bulan mengelilingi Bumi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....