Pentingnya Melibatkan Anak dalam Keputusan Privasi Media Sosial

  • 02 Okt 2026 17:08 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Kebiasaan membagikan momen tumbuh kembang anak di media sosial atau sharenting kerap dilakukan tanpa melibatkan persetujuan dari si kecil. Berdasarkan ulasan dari IDN Times yang merujuk pada pemikiran pakar komputer dari International Computer Science Institute, Dr. Pamela Wisniewski, penting bagi orang tua untuk mulai melibatkan anak dalam pengambilan keputusan terkait privasi digital mereka sejak dini, alih-alih memberikan otonomi secara mendadak saat mereka dewasa.

Melibatkan anak dalam menentukan apa yang boleh diunggah ke dunia maya memiliki beberapa poin krusial yang perlu dipahami oleh setiap orang tua:

  • Membangun Kesadaran dan Batasan Privasi Sejak Dini: Mengajak anak berdiskusi sebelum mengunggah foto atau video membantu mereka memahami konsep privasi digital. Ketika orang tua bertanya, "Apakah boleh ayah/ibu mengunggah foto ini?", anak belajar mengenali batasan emosional diri serta memahami bahwa mereka memiliki kendali atas identitas visual mereka sendiri di ruang publik.
  • Mencegah Potensi Konflik dan Perundungan (Cyberbullying): Konten yang dianggap lucu oleh orang tua belum tentu berkesan sama bagi anak. Mengunggah momen pribadi tanpa izin berisiko membuat anak merasa malu, tidak nyaman, hingga berpotensi menjadi sasaran ejekan atau perundungan oleh teman sebayanya di kemudian hari.
  • Menghormati Hak dan Otonomi Anak: Walaupun belum memiliki pemahaman hukum yang utuh, anak merupakan individu yang berhak dihormati perasaannya. Menghargai penolakan atau keberatan anak saat tidak ingin dipublikasikan adalah langkah penting dalam membangun kebiasaan saling menghormati antara orang tua dan anak.
  • Melatih Analisis Risiko dan Manfaat Dunia Digital: Melalui dialog interaktif, orang tua dapat membimbing anak untuk menimbang dampak positif dan negatif dari sebuah unggahan. Bimbingan bertahap ini melatih anak agar lebih bijak, kritis, dan bertanggung jawab saat nantinya mereka mengelola akun media sosial pribadi di masa depan.

Secara keseluruhan, menjaga privasi anak di era digital bukan sekadar menyembunyikan identitas dari bahaya luar, melainkan juga tentang menumbuhkan kesadaran digital dari dalam keluarga. Dengan memprioritaskan komunikasi terbuka dan menghargai keputusan anak, orang tua tidak hanya melindungi keselamatan fisik mereka dari ancaman siber, tetapi juga menjaga kesejahteraan mental dan hubungan emosional anak hingga masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....