Algoritma TikTok dan Cara Kerjanya Menciptakan Tren Global
- 29 Sep 2026 16:09 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Di balik setiap video yang tiba-tiba muncul di layar pengguna tanpa mereka cari sebelumnya, ada sistem rekomendasi yang bekerja dengan logika yang berbeda dari platform media sosial mana pun sebelumnya. Algoritma TikTok adalah mesin di balik hampir semua fenomena viral yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Mengutip Metricool, 73 persen dari seluruh penayangan video di TikTok berasal dari tab For You, bukan dari halaman beranda akun yang sudah diikuti. Ini berarti seorang kreator baru tanpa satu pun pengikut bisa menjangkau jutaan orang jika sistem menilai kontennya relevan. Tidak ada platform lain yang memberikan kesempatan distribusi selebar ini kepada kreator tanpa nama.
Yang menentukan relevansi dalam algoritma TikTok bukan jumlah like atau pengikut, melainkan sinyal keterlibatan yang lebih spesifik. Seberapa lama pengguna menonton sebuah video, apakah mereka menontonnya berulang kali, apakah mereka meninggalkan komentar atau berbagi, dan apakah mereka langsung scroll atau berhenti, semuanya dibaca oleh sistem sebagai indikator kualitas konten. Konten yang membuat orang berhenti sejenak akan terus didistribusikan kepada pengguna baru.
Siklus distribusi ini membuat TikTok begitu efektif sebagai mesin tren. Sebuah sound, format video, atau challenge yang mulai mendapat respons positif dari kelompok kecil akan secara otomatis didorong ke kelompok yang lebih besar. Jika terus mendapat respons positif, ia akan menyebar lintas komunitas dan akhirnya lintas batas negara, semua dalam hitungan hari.
Bagi merek dan kreator, memahami cara kerja algoritma ini bukan pilihan melainkan keharusan. Namun, bagi pengguna biasa, dampaknya sudah terasa dalam kehidupan sehari-hari: lagu yang didengar, produk yang dibeli, tempat yang dikunjungi, bahkan cara berpakaian, semuanya semakin banyak yang berawal dari satu video yang muncul tanpa diminta di layar telepon.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....