Mengenal Blind Box, Tren Koleksi yang Mendunia

  • 28 Sep 2026 19:16 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Membeli sebuah kotak tanpa mengetahui isinya terdengar seperti keputusan yang tidak rasional. Namun, justru ketidakpastian itulah yang mendorong blind box menjadi salah satu segmen paling dinamis dalam industri mainan dan koleksi global saat ini.

Mengutip dari Exploding Topics, mekanisme blind box sederhana: pembeli membayar harga tetap untuk satu produk dari sebuah seri, tanpa mengetahui figur mana yang akan mereka dapatkan. Setiap seri biasanya terdiri dari beberapa karakter biasa dan satu hingga beberapa karakter langka atau tersembunyi yang kemungkinannya sangat kecil untuk didapatkan. Kelangkaan itulah yang mendorong orang untuk terus membeli.

Pop Mart, perusahaan di balik Labubu dan berbagai seri koleksi lainnya, adalah nama yang paling identik dengan tren ini. Per akhir 2025, perusahaan asal Tiongkok ini mengoperasikan lebih dari 800 toko di seluruh dunia dan mencatat pendapatan yang hampir menyamai pasar domestiknya dari penjualan internasional saja. Toko-toko Pop Mart dirancang menyerupai galeri butik dengan zona interaktif dan pengalaman augmented reality, bukan toko mainan biasa.

Pasar blind box jauh lebih luas daripada sekadar Pop Mart. Merek-merek seperti Sonny Angel, Smiski, Momiji, dan Bearbrick memiliki basis penggemar setia masing-masing. Di Indonesia, toko-toko blind box bermunculan di pusat perbelanjaan, sementara komunitas kolektor aktif bertukar figur dan mendiskusikan edisi terbaru di media sosial.

Fenomena ini juga melahirkan subkultur tersendiri, mulai dari video "shake test" di mana kolektor mencoba menebak isi kotak dari suaranya sebelum membuka, hingga komunitas trading figur duplikat secara online. Blind box sudah lama melampaui kategori mainan dan masuk ke ranah seni, komunitas, dan identitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....