Jejak Peringatan Hari Akses Informasi Universal Sedunia PBB
- 28 Sep 2026 16:22 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Hari Internasional untuk Akses Informasi Universal yang diperingati setiap tanggal 28 September memiliki rekam jejak sejarah yang panjang dalam diplomasi global. Penetapan hari penting ini digagas untuk memperkuat hak setiap individu dalam mencari, menerima, dan menyebarkan informasi. Berdasarkan sumber resmi United Nations (un.org), peringatan ini menjadi sarana penting untuk mengedukasi masyarakat dunia mengenai keterbukaan publik.
Sejarah peringatan ini dimulai ketika Badan PBB untuk Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan (UNESCO) secara resmi mendeklarasikan tanggal 28 September sebagai Hari Internasional untuk Akses Informasi Universal pada 17 November 2015. Langkah ini diambil setelah mempertimbangkan besarnya komitmen organisasi masyarakat sipil dan lembaga pemerintah di berbagai belakangan negara yang telah lebih dahulu mengampanyekan pentingnya keterbukaan informasi bagi publik.
Dukungan terhadap inisiatif tersebut kian menguat di tingkat global hingga akhirnya Majelis Umum PBB secara resmi mengadopsi resolusi peringatan ini pada Oktober 2019. Sejak saat itu, tanggal 28 September sah diakui oleh seluruh negara anggota PBB sebagai momentum tahunan untuk mendorong transparansi, kebebasan pers, dan perlindungan hak asasi manusia dalam memperoleh data yang sah.
Dalam pelaksanaannya, UNESCO menjalankan dua program antarpemerintah utama, yaitu International Programme for Development of Communication (IPDC) dan Information for All Programme (IFAP). Kedua platform ini menyediakan ruang bagi para pemangku kepentingan global untuk merumuskan kebijakan, memperkuat sains terbuka, serta mendukung aksesibilitas teknologi bagi kelompok disabilitas dan masyarakat terpinggirkan.
Kini, peringatan tersebut berkembang menjadi wadah evaluasi implementasi undang-undang keterbukaan informasi di seluruh dunia. Sejarah mencatat bahwa keterbukaan data bukan sekadar formalitas hukum, melainkan fondasi utama bagi masyarakat yang inklusif, demokratis, dan berdasar pada pengetahuan tepercaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....