Google Flow Hasilkan Video Realistis, Begini Cara Kerjanya
- 28 Sep 2026 19:59 WIB
- Sintang
Poin Utama
- Google Flow adalah alat kreasi video berbasis AI yang dirancang untuk menghasilkan adegan sinematik dari perintah sederhana pengguna.
- Kemampuan Google Flow dalam menghasilkan video realistis didukung oleh model Veo yang dikembangkan oleh Google DeepMind.
- Teknologi ini dirancang untuk memahami perintah pengguna dan menghasilkan visual dengan gerakan objek dan kamera yang lebih natural dan menyerupai rekaman nyata.
RRI.CO.ID, Sintang - Teknologi kecerdasan buatan semakin mampu menghasilkan video dengan tampilan yang menyerupai rekaman nyata. Salah satunya Google Flow, alat kreasi video berbasis AI yang dirancang untuk membantu pengguna membuat adegan sinematik dari perintah sederhana.
Mengutip dari Media Indonesia, kemampuan Google Flow menghasilkan video realistis berkaitan dengan penggunaan model Veo yang dikembangkan Google DeepMind. Teknologi tersebut dirancang untuk memahami perintah pengguna sekaligus menghasilkan visual dengan gerakan objek dan kamera yang lebih natural.
Flow menggabungkan beberapa teknologi AI milik Google, termasuk Veo untuk pembuatan video, Imagen untuk menghasilkan gambar, dan Gemini untuk membantu memahami serta mengembangkan instruksi pengguna.
Pengguna dapat memberikan perintah dalam bahasa sehari-hari untuk menentukan adegan yang ingin dibuat. Setelah itu, sistem menerjemahkan instruksi tersebut menjadi rangkaian visual yang dapat disusun menjadi sebuah cerita.
Salah satu kemampuan pentingnya adalah mempertahankan karakter dan objek di dalam beberapa adegan. Hal ini membantu menjaga kesinambungan visual ketika pengguna membuat sejumlah klip yang kemudian digabungkan.
Veo juga berperan dalam menghasilkan pergerakan yang lebih meyakinkan. Model AI tersebut mempelajari pola visual dari data dalam jumlah besar sehingga dapat memperkirakan bagaimana objek bergerak, berubah posisi, atau berinteraksi dengan lingkungan.
Kemampuan tersebut membuat hasil video tidak sekadar berupa gambar yang bergerak. Sistem berusaha mempertahankan hubungan antara objek, lingkungan, kamera, dan gerakan dari satu bagian adegan ke bagian lainnya.
Google Flow juga menyediakan fitur untuk mengatur kamera serta menyusun dan memperpanjang adegan. Pengguna dapat menggabungkan beberapa klip sehingga menghasilkan rangkaian visual yang lebih panjang dan memiliki kesinambungan.
Meski begitu, video yang dihasilkan AI masih dapat mengalami ketidaksempurnaan. Gerakan objek, detail tertentu, atau interaksi antarelemen terkadang belum sesuai dengan kondisi dunia nyata.
Perkembangan Google Flow menunjukkan bahwa pembuatan video berbasis AI kini tidak hanya mengejar kualitas gambar, tetapi juga kemampuan memahami instruksi, gerakan, objek, dan kesinambungan cerita dalam sebuah adegan.
Sumber : Media Indonesia, Google DeepMind, Google
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....