Oase, Titik Kehidupan di tengah Gurun Pasir

  • 28 Sep 2026 20:18 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Di tengah hamparan pasir yang gersang dan terik, oase berdiri sebagai kawasan hijau yang tampak mustahil ada. Keberadaannya bukan keajaiban, melainkan hasil dari proses geologis yang berlangsung jauh di bawah permukaan tanah.

Mengutip National Geographic Education, oasis atau oase adalah kawasan subur di dalam lingkungan gurun atau semi-gurun yang mendapat pasokan air dari mata air alami maupun sumber air bawah tanah. Ukurannya sangat beragam, dari sekelompok kecil pohon kurma di sekitar sebuah sumur hingga kawasan kota lengkap dengan lahan pertanian beririgasi.

Sumber air utama sebagian besar oase adalah akuifer, yaitu lapisan batuan berpori yang menyimpan dan mengalirkan air tanah. Menurut Britannica, beberapa akuifer yang memberi makan oase memiliki zona tangkapan air yang terletak lebih dari 800 kilometer dari oase itu sendiri. Hujan yang jatuh di pegunungan yang jauh meresap ke dalam lapisan batuan berpori, bergerak perlahan melalui bawah tanah selama ratusan hingga ribuan tahun, hingga tekanan bawah tanah memaksanya naik ke permukaan di tempat yang sama sekali berbeda.

Selain tekanan akuifer, oase juga bisa terbentuk melalui erosi angin. Menurut Geography Worlds, angin gurun yang bertiup terus-menerus dapat mengikis pasir dan batuan hingga membentuk cekungan yang cukup dalam untuk mencapai meja air (water table). Ketika cekungan itu mencapai lapisan air bawah tanah, air pun muncul ke permukaan secara alami.

Keberadaan vegetasi di oase pun memiliki penjelasannya sendiri. Menurut ThoughtCo, para ilmuwan meyakini bahwa burung-burung yang bermigrasi memainkan peran penting dalam proses ini. Burung yang menemukan kilatan air di udara akan turun untuk minum dan beristirahat. Biji-bijian yang mereka bawa dalam perut kemudian jatuh bersama kotoran mereka ke pasir lembap di sekitar sumber air, dan biji-biji yang cukup kuat akan berkecambah. Pohon kurma adalah salah satu spesies yang paling umum tumbuh di oase karena kemampuannya bertahan dalam kondisi panas ekstrem dan kadar garam tanah yang tinggi.

Vegetasi yang tumbuh di oase kemudian menciptakan lingkungan yang semakin kondusif bagi kehadiran lebih banyak kehidupan. Dedaunan memberikan keteduhan yang menurunkan suhu di sekitarnya, mengurangi laju penguapan air, dan akar tanaman membantu mempertahankan kelembapan di dalam tanah. Dengan cara ini, oase secara bertahap membangun dan mempertahankan ekosistemnya sendiri.

Saat ini, kawasan oase di Timur Tengah dan Afrika Utara diperkirakan mencakup sekitar 10 juta hektare dan menjadi sumber penghidupan bagi sekitar 10 juta penduduk. Oase Al-Hasa di Arab Saudi, yang dianggap sebagai oase terbesar di dunia, bahkan mampu menopang populasi dan pertanian dalam skala yang setara dengan kota besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....