Sejarah PBB Tegaskan Kesetaraan Upah Hak Asasi Semua Pekerja

  • 17 Sep 2026 12:08 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terus menyoroti ketimpangan upah berbasis gender yang masih terjadi secara global melalui peringatan International Equal Pay Day setiap 18 September. Berdasarkan publikasi resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa, perempuan secara global diperkirakan hanya menerima sekitar 78 sen untuk setiap satu dolar yang dihasilkan oleh laki-laki. Kesenjangan ini membuktikan bahwa prinsip kesetaraan imbalan untuk pekerjaan bernilai sama masih membutuhkan komitmen nyata dari seluruh masyarakat dunia.

Ketidakseimbangan ini dipicu oleh berbagai hambatan struktural yang berakar dalam kehidupan bermasyarakat. Banyak perempuan terjerat dalam sektor informal dengan perlindungan minim, beban kerja domestik yang tak berbayar, hingga diskriminasi pengasuhan anak atau motherhood penalty. Diskriminasi sistematis tersebut secara signifikan menekan tingkat penghasilan perempuan di pasar kerja.

Dampak dari selisih pendapatan ini tidak berhenti pada gaji bulanan saja, tetapi berdampak panjang hingga masa tua. PBB mencatat bahwa akumulasi penghasilan yang rendah sepanjang hidup berujung pada terbatasnya jaminan sosial dan tabungan pensiun bagi perempuan. Kondisi ini meningkatkan risiko kemiskinan sistemik yang berpotensi menimpa jutaan keluarga.

Guna mengatasi persoalan ini, instrumen global seperti Equal Pay International Coalition (EPIC) yang dipelopori ILO, UN Women, dan OECD mengajak pemerintah serta pelaku usaha berkolaborasi. Langkah konkret seperti keterbukaan informasi sistem penggajian, penghapusan stereotip gender, dan penyediaan fasilitas kerja yang fleksibel menjadi kunci penyelesaian kesenjangan tersebut.

PBB menegaskan bahwa menjembatani jurang imbalan kerja bukan sekadar agenda keadilan gender, melainkan hak asasi manusia serta pondasi ketahanan ekonomi global. Mewujudkan kesetaraan upah akan memaksimalkan potensi tenaga kerja perempuan guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi semua pihak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....