Menelusuri Jejak Panjang Sejarah Hari Cokelat Sedunia
- 14 Sep 2026 09:01 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Penetapan Hari Cokelat Internasional setiap 13 September memiliki keterkaitan erat dengan sejarah industri olahan kakao modern. Tanggal tersebut dipilih untuk mengabadikan hari lahir Milton S. Hershey, pendiri Hershey Chocolate Company yang berperan besar memopulerkan cokelat ke masyarakat luas. Berdasarkan publikasi detikJatim, momen ini menjadi bentuk penghormatan terhadap perjalanan panjang komoditas kakao hingga menjadi santapan favorit global.
Awal mula pemanfaatan biji kakao sendiri membentang hingga ribuan tahun lalu di kawasan Mesoamerika. Suku Olmec menjadi kelompok awal yang mengolahnya sebagai ramuan obat dan pelengkap upacara adat. Tradisi ini berlanjut pada era peradaban Maya dan Aztec, di mana biji kakao dinilai sangat berharga hingga difungsikan sebagai alat tukar atau mata uang sah pada masa itu.
Masuknya kakao ke Benua Eropa terjadi pada abad ke-16 melalui rombongan penjelajah Spanyol. Pada fase awal keberadaannya di Eropa, olahan ini menjadi barang konsumsi kelas atas karena teknik pengolahannya yang memakan waktu dan biaya besar. Status hidangan eksklusif tersebut perlahan bergeser seiring berkembangnya teknologi pengolahan pangan di kawasan Eropa.
Revolusi dalam industri cokelat terjadi pada abad ke-19 berkat penemuan mesin pemeras biji kakao oleh ahli kimia asal Belanda. Inovasi tersebut memungkinkan pemisahan lemak dan bubuk kakao secara efisien, sehingga membuka era produksi massal. Sejak saat itu, harga olahan kakao menjadi lebih terjangkau dan mulai dinikmati oleh berbagai kalangan masyarakat secara luas.
Kini, tradisi mengonsumsi biji kakao telah berkembang pesat dari sekadar bahan ritual kuno menjadi industri global bernilai tinggi. Peringatan tahunan setiap September ini tak hanya merayakan kelezatan kulinernya, tetapi juga mengenang perjalanan sejarah peradaban manusia yang melekat pada setiap gigitan cokelat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....