Liburan Bisa Berantakan Gara-Gara Salah Atur Rute, Google Maps Punya Cara Mengantis
- 04 Sep 2026 18:17 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Waktu liburan memang terbatas. Ketika satu hari dihabiskan untuk mencari lokasi, terjebak antrean, salah arah, atau baru mengetahui tempat tujuan ternyata sedang ramai, kesempatan menikmati destinasi lain bisa ikut hilang.
Mengutip artikel Media Indonesia berjudul “14 Fitur Google Maps Paling Berguna untuk Wisata” yang terbit 3 September 2026, Google Maps memiliki sejumlah fitur yang dapat membantu wisatawan mempersiapkan perjalanan, mulai dari menyimpan lokasi, melihat tingkat keramaian, menggunakan peta offline, hingga mengatur beberapa tujuan dalam satu perjalanan.
Persoalannya, banyak orang baru membuka peta ketika sudah berada di perjalanan. Padahal, aplikasi navigasi bisa dimanfaatkan sejak sebelum berangkat. Beberapa tempat yang ingin dikunjungi dapat dikumpulkan lebih dulu sehingga wisatawan memiliki gambaran mengenai posisi hotel, tempat makan, objek wisata, dan lokasi lain yang ingin didatangi.
Cara sederhana ini bisa membuat rencana perjalanan lebih masuk akal. Jika beberapa tujuan ternyata berada di kawasan yang sama, kunjungan dapat disusun dalam satu rangkaian sehingga waktu tidak banyak terbuang untuk bolak-balik. Google Maps menyediakan fitur Saved Places untuk menandai lokasi yang ingin dikunjungi dan melihat persebarannya pada peta.
Keramaian juga menjadi bagian yang sering terlupakan ketika membuat rencana. Sebuah tempat wisata mungkin terlihat menarik di foto, tetapi pengalaman berkunjung bisa berbeda ketika antrean panjang memenuhi lokasi. Informasi Popular Times pada Google Maps dapat membantu pengguna melihat pola keramaian dan mempertimbangkan waktu kunjungan.
Masalah lain muncul ketika perjalanan membawa wisatawan ke daerah dengan koneksi internet yang tidak stabil. Dalam kondisi seperti ini, peta offline dapat menjadi cadangan penting karena area tertentu bisa diunduh terlebih dahulu dan digunakan untuk navigasi tanpa koneksi internet.
Untuk perjalanan yang memiliki banyak pemberhentian, rute juga tidak harus dibuat satu per satu. Fitur Add Stops memungkinkan beberapa tujuan dimasukkan ke dalam satu perjalanan, misalnya ketika wisatawan ingin mampir ke tempat makan, mengisi bahan bakar, kemudian melanjutkan perjalanan menuju destinasi utama.
Ada pula situasi ketika wisatawan sudah sampai di sekitar tujuan tetapi masih bingung menentukan arah berjalan kaki. Pada lokasi tertentu, Live View dapat membantu dengan memanfaatkan kamera dan petunjuk arah berbasis augmented reality sehingga pengguna memperoleh gambaran arah melalui layar ponsel.
Teknologi navigasi akhirnya bukan sekadar alat untuk menjawab pertanyaan “ke mana saya harus pergi?”. Jika digunakan sejak tahap perencanaan, peta digital dapat membantu menjawab pertanyaan yang lebih penting: destinasi mana yang sebaiknya dikunjungi lebih dulu, kapan waktu yang lebih tepat untuk datang, bagaimana menyusun rute, dan apa yang harus disiapkan ketika koneksi internet tidak tersedia.
Karena itu, sebelum berangkat liburan, tidak ada salahnya membuka Google Maps bukan untuk langsung mencari jalan, tetapi untuk menyusun perjalanan. Sedikit waktu yang digunakan untuk merencanakan rute bisa membuat waktu di tempat tujuan jauh lebih banyak digunakan untuk menikmati perjalanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....