Toleransi, Intoksikasi, dan Batas Aman Konsumsi Kafein
- 31 Agt 2026 15:35 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Kafein dikonsumsi setiap hari oleh miliaran orang dan umumnya dianggap aman. Namun, seperti kebanyakan zat aktif, kafein punya ambang batasnya sendiri, dan memahami apa yang terjadi ketika batas itu dilampaui menjadi informasi yang relevan bagi siapa pun yang rutin mengonsumsinya.
Mengutip ThoughtCo, dosis normal kafein umumnya dianggap sekitar 100 mg, atau setara dengan satu cangkir kopi atau teh. FDA merekomendasikan batas konsumsi harian bagi orang dewasa sehat sebesar 400 mg per hari. Namun, sensitivitas terhadap kafein sangat bervariasi antarindividu karena perbedaan genetik, berat badan, dan kondisi kesehatan. Sebagian orang mulai merasakan efek tidak nyaman seperti jantung berdebar dan tangan gemetar hanya dari 150 mg.
Konsumsi kafein secara rutin dalam jangka panjang dapat menyebabkan toleransi, yaitu kondisi di mana tubuh beradaptasi terhadap kehadiran kafein sehingga efeknya terasa semakin berkurang. Menurut Cleveland Clinic, mekanisme di balik toleransi adalah peningkatan jumlah reseptor adenosin yang diproduksi tubuh sebagai respons terhadap paparan kafein jangka panjang. Semakin banyak reseptor yang tersedia, semakin banyak kafein yang dibutuhkan untuk mengisinya dan menghasilkan efek yang sama.
Toleransi juga menjelaskan mengapa penghentian kafein secara tiba-tiba bisa memicu gejala putus zat. Ketika kafein tidak lagi menduduki reseptor-reseptor adenosin yang jumlahnya sudah meningkat, adenosin mendapatkan akses penuh ke semua reseptor tersebut sekaligus, menyebabkan pembuluh darah di otak melebar secara tiba-tiba dan memicu sakit kepala berdenyut yang khas. Menurut DSM-5 sebagaimana dikutip SAGE Encyclopedia, gejala putus kafein umumnya muncul dalam 12 hingga 24 jam setelah penghentian, memuncak pada 20 hingga 48 jam, dan berlangsung hingga satu minggu. Selain sakit kepala, gejalanya dapat meliputi:
Kelelahan dan kantuk berlebih
Kesulitan berkonsentrasi
Perubahan suasana hati seperti mudah tersinggung atau sedih
Mual dan nyeri otot
Di luar toleransi, konsumsi kafein yang berlebihan dalam waktu singkat dapat menyebabkan intoksikasi kafein. ThoughtCo mencatat bahwa gejalanya mencakup kegelisahan, jantung berdebar, insomnia, wajah memerah, gangguan pencernaan, dan dalam kasus tertentu bahkan halusinasi. Beberapa orang sudah mengalami gejala ini dengan konsumsi hanya 250 mg per hari.
Dosis yang berpotensi fatal pada orang dewasa diperkirakan berada pada kisaran 13 hingga 19 gram, atau setara dengan 50 hingga 100 cangkir kopi dalam satu waktu. Meski sulit dicapai melalui minuman biasa, Cleveland Clinic mengingatkan bahwa satu sendok makan kafein murni dalam bentuk bubuk sudah cukup untuk mencapai dosis berbahaya, sebuah risiko nyata yang terkait dengan konsumsi suplemen kafein berkonsentrasi tinggi.
Kafein juga berbahaya bagi hewan peliharaan seperti anjing, kuda, dan burung, yang tidak memiliki kemampuan metabolisme yang sama dengan manusia untuk memproses zat ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....