Pemanfaatan Teknologi Satelit dan Drone untuk Mitigasi Karhutla
- 31 Agt 2026 15:40 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Upaya pencegahan dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Barat kini semakin masif dengan hadirnya intervensi teknologi digital. Penggunaan sistem pemantauan modern dinilai menjadi langkah paling krusial untuk mendeteksi titik rawan api sebelum meluas dan menimbulkan bencana kabut asap yang merugikan masyarakat.
Mengutip sumber dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta data terverifikasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pemanfaatan citra satelit terbukti mampu memberikan informasi sebaran hotspot (titik panas) secara real-time. Sistem peringatan dini berbasis data satelit ini terintegrasi langsung dengan posko penanggulangan bencana di daerah, sehingga tim pemadam darat bisa merespons lebih cepat.
Selain satelit, teknologi pesawat tanpa awak atau drone yang dilengkapi sensor termal (pendeteksi suhu) kini mulai direkomendasikan untuk memetakan area gambut yang sulit dijangkau. Drone termal dapat mengidentifikasi titik api yang tersembunyi di bawah permukaan lahan gambut, sebuah kondisi yang sering kali luput dari pantauan visual biasa.
Pendekatan berbasis teknologi ini diharapkan dapat segera diadopsi secara luas hingga ke tingkat pemerintah kabupaten dan satuan tugas di desa. Sinergi antara kearifan lokal masyarakat dalam menjaga lingkungan dengan kecanggihan teknologi mitigasi diproyeksikan mampu menekan angka Karhutla secara signifikan di masa mendatang. (Arfan)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....