Periode Kapur: Dunia Dinosaurus, Lautan Luas, dan Awal Munculnya Tumbuhan Berbunga

  • 28 Agt 2026 09:36 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Periode Kapur merupakan salah satu masa penting dalam sejarah kehidupan di Bumi. Periode ini dikenal sebagai masa ketika berbagai jenis dinosaurus hidup di daratan, sementara lautan yang luas menjadi habitat bagi beragam organisme laut.

Kehidupan pada masa tersebut memiliki kondisi yang berbeda dengan Bumi saat ini. Suhu cenderung lebih hangat, permukaan laut lebih tinggi, dan susunan benua masih mengalami perubahan akibat pergerakan lempeng bumi.

Mengutip dari Natural History Museum, Periode Kapur berlangsung sekitar 145 juta hingga 66 juta tahun lalu. Periode ini merupakan bagian terakhir dari Era Mesozoikum, setelah Periode Jura dan sebelum memasuki Era Kenozoikum. (Museum Sejarah Alam)

Bumi pada masa tersebut memiliki suhu yang lebih hangat dibandingkan sekarang. Lapisan es di Kutub Utara dan Kutub Selatan sangat sedikit atau bahkan tidak ada, sementara permukaan laut pada waktu tertentu mencapai sekitar 170 meter lebih tinggi dibandingkan saat ini. (Museum Sejarah Alam)

Pergerakan benua juga terus berlangsung. Daratan yang sebelumnya tergabung dalam superbenua Pangaea mulai terpecah sejak periode sebelumnya dan terus bergerak selama Periode Kapur hingga posisinya semakin mendekati bentuk benua yang dikenal sekarang. (Museum Sejarah Alam)

Permukaan laut yang tinggi menyebabkan terbentuknya laut dangkal di sejumlah wilayah. Di Amerika Utara, misalnya, terdapat Western Interior Seaway yang membelah daratan menjadi dua bagian dan membentang lebih dari 3.000 kilometer pada masa terluasnya. (Museum Sejarah Alam)

Kehidupan di laut berkembang dengan berbagai jenis hewan. Mosasaurus, plesiosaurus, ichthyosaurus, serta ammonit menjadi bagian dari ekosistem laut pada masa tersebut. (Museum Sejarah Alam)

Di daratan, dinosaurus menjadi kelompok hewan yang sangat menonjol. Berbagai jenis dinosaurus hidup dalam lingkungan yang berbeda, mulai dari pemakan tumbuhan hingga predator.

Tyrannosaurus rex dan Triceratops yang sering dikaitkan dengan Periode Kapur ternyata baru muncul menjelang akhir periode tersebut, sekitar 68 hingga 66 juta tahun lalu. Artinya, kedua dinosaurus itu hanya menempati bagian kecil dari sejarah Periode Kapur yang berlangsung hampir 80 juta tahun. (Museum Sejarah Alam)

Dinosaurus berukuran sangat besar juga berkembang pada masa ini. Salah satunya adalah Patagotitan dari Argentina yang diperkirakan memiliki panjang sekitar 37,5 meter dan termasuk salah satu dinosaurus terbesar yang pernah ditemukan. (Museum Sejarah Alam)

Perubahan penting juga terjadi pada dunia tumbuhan. Tumbuhan berbunga atau angiospermae mulai berkembang dan menjadi bagian yang semakin menonjol dalam kehidupan tumbuhan menjelang akhir Periode Kapur. (Museum Sejarah Alam)

Hubungan antara tumbuhan dan serangga juga berkembang. Penyerbukan oleh serangga menjadi bagian dari perubahan ekologis yang terjadi ketika tumbuhan berbunga semakin banyak ditemukan. (Museum Sejarah Alam)

Kehidupan tidak hanya berlangsung di daratan dan lautan. Burung telah berkembang di udara bersama pterosaurus, sementara mamalia berukuran kecil hidup di sekitar lingkungan yang didominasi dinosaurus. (Museum Sejarah Alam)

Namun, Periode Kapur berakhir sekitar 66 juta tahun lalu setelah sebuah asteroid menghantam wilayah lepas pantai Meksiko. Tumbukan tersebut menyebabkan perubahan besar pada kondisi lingkungan Bumi. (Museum Sejarah Alam)

Debu, abu, dan material hasil tumbukan masuk ke atmosfer serta menghalangi sebagian cahaya Matahari. Kondisi tersebut mengganggu rantai makanan dan menyebabkan perubahan besar pada kehidupan di berbagai wilayah.

Peristiwa tersebut dikenal sebagai kepunahan Kapur-Paleogen. Natural History Museum menyebut sekitar 65 persen spesies mengalami kepunahan, termasuk dinosaurus non-burung dan ammonit. (Museum Sejarah Alam)

Meski banyak kelompok hewan menghilang, tidak seluruh kehidupan berakhir. Burung sebagai keturunan dinosaurus, mamalia, serta berbagai jenis tumbuhan berhasil bertahan dan kemudian berkembang pada periode berikutnya.

Periode Kapur meninggalkan catatan penting tentang perubahan kehidupan dan lingkungan Bumi. Fosil dari masa tersebut membantu ilmuwan memahami bagaimana dinosaurus, tumbuhan, hewan laut, serta perubahan iklim dan benua membentuk salah satu bab penting dalam sejarah planet ini.

Sumber: Natural History Museum – The Cretaceous Period: What was Earth like before dinosaurs went extinct? (Museum Sejarah Alam)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....