Memakai Baju Merah saat Hujan, Bahaya Petir?
- 23 Agt 2026 14:49 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Anggapan bahwa memakai baju berwarna merah dapat mengundang sambaran petir masih dipercaya sebagian masyarakat. Namun, anggapan tersebut tidak memiliki dasar ilmiah. Warna pakaian tidak menentukan seseorang akan menjadi sasaran sambaran petir.
Petir merupakan fenomena alam berupa pelepasan muatan listrik yang terjadi di atmosfer. Proses ini umumnya berkaitan dengan awan badai yang memiliki perbedaan muatan listrik cukup besar.
Di dalam awan terjadi proses pemisahan muatan akibat pergerakan dan tumbukan berbagai partikel. Ketika perbedaan potensial listrik semakin besar, udara dapat mengalami ionisasi dan menjadi jalur pelepasan listrik. Proses itulah yang menghasilkan kilatan petir.
Karena itu, warna pakaian yang dikenakan seseorang tidak berpengaruh terhadap proses terjadinya sambaran petir. Mengenakan baju merah, putih, hitam, atau warna lainnya tidak membuat seseorang secara khusus lebih mudah disambar.
Hal yang lebih penting untuk diperhatikan adalah kondisi dan lokasi seseorang ketika terjadi hujan yang disertai petir. Berada di tempat terbuka, lapangan, persawahan, puncak bukit, atau lokasi tanpa perlindungan dapat meningkatkan risiko terkena sambaran.
Masyarakat juga sebaiknya tidak berteduh di bawah pohon yang berdiri sendiri saat terjadi badai petir. Tempat yang lebih aman adalah bangunan tertutup atau kendaraan dengan atap tertutup.
Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir menggunakan pakaian berwarna merah ketika hujan. Yang perlu diperhatikan bukan warna pakaian, melainkan segera mencari tempat perlindungan ketika terjadi badai petir.
Memahami fakta ilmiah tentang petir penting agar masyarakat tidak lagi terjebak mitos dan dapat mengambil langkah yang tepat untuk menjaga keselamatan. (Lin)
Referensi:
https://www.kompasiana.com/franslahagu/566bc1d8727e6103077e67c1/fakta-atau-mitos-memakai-baju-merah-bisa-tersambar-petir
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....