Kenali Ciri Teman yang Toxic

  • 18 Agt 2026 18:32 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID,-Sintang- Pertemanan seharusnya menjadi ruang untuk saling mendukung, berbagi cerita, dan memberikan rasa nyaman. Namun, ada kalanya hubungan pertemanan justru membuat seseorang merasa tertekan, tidak dihargai, atau terkuras secara emosional.

Dilansir dari laman alodokter.com dan halodoc.com, teman toxic dapat dikenali dari pola perilaku yang membuat hubungan menjadi tidak sehat. Karena itu, penting mengenali tanda-tandanya agar seseorang dapat menentukan batasan yang tepat dalam pertemanan.

Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah ketika seorang teman tidak pernah bertanya tentang dirimu. Ia cenderung hanya membicarakan dirinya sendiri dan tidak menunjukkan ketertarikan ketika kamu sedang bercerita.

Teman yang toxic juga bisa gemar memberikan kritik yang menjatuhkan. Berbeda dengan kritik yang membangun, perkataannya justru dapat membuatmu merasa rendah diri dan tidak dihargai.

Ciri lainnya terlihat ketika seorang teman tidak senang melihat keberhasilanmu. Alih-alih ikut bahagia, ia justru menunjukkan rasa iri, berusaha bersaing secara berlebihan, atau mengecilkan pencapaian yang kamu raih.

Hubungan yang membuatmu merasa terkuras juga patut diperhatikan. Jika setelah bertemu atau berbicara dengannya kamu justru merasa lelah secara emosional dan kehilangan semangat, kondisi tersebut dapat menjadi tanda hubungan pertemanan yang kurang sehat.

Sikap egois juga menjadi salah satu ciri yang perlu diwaspadai. Teman seperti ini biasanya mengharapkan kamu selalu tersedia ketika dirinya membutuhkan bantuan, tetapi belum tentu memberikan perhatian yang sama ketika kamu sedang membutuhkan dukungan.

Teman yang gemar memanfaatkan orang lain juga dapat membuat hubungan menjadi tidak seimbang. Ia mungkin datang ketika membutuhkan sesuatu, kemudian menjauh setelah kepentingannya terpenuhi.

Kebiasaan menciptakan drama dalam berbagai situasi juga bisa membuat pertemanan terasa melelahkan. Kamu dapat terus-menerus ditempatkan sebagai orang yang harus mendengarkan keluhan, menyelesaikan masalah, atau menghadapi konflik yang sebenarnya bukan tanggung jawabmu.

Jika pertemanan mulai terasa tidak sehat, cobalah menyampaikan perasaan dengan baik dan menetapkan batasan yang jelas. Apabila situasi tidak berubah dan hubungan tersebut terus memberikan dampak negatif, menjaga jarak dapat menjadi pilihan untuk melindungi diri.

Pada akhirnya, pertemanan yang sehat dibangun melalui rasa saling menghargai, mendengarkan, dan memberikan dukungan. Dengan mengenali tanda-tanda hubungan yang toxic, seseorang dapat lebih bijak memilih lingkungan pertemanan yang memberikan rasa aman dan nyaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....