Kisah di Balik Penetapan 14 Agustus Hari Pramuka
- 14 Agt 2026 08:39 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Setiap tanggal 14 Agustus, masyarakat Indonesia selalu memperingati Hari Pramuka. Dilansir dari laporan detikJabar, sejarah penetapan tanggal ini ternyata sangat panjang dan sudah dimulai jauh sebelum Indonesia merdeka, yaitu sejak latihan kepanduan pertama di Batavia pada tahun 1912.
Seiring berjalannya waktu, gerakan kepanduan semakin disukai oleh para pemuda Indonesia. Banyak kelompok kepanduan baru yang bermunculan di berbagai daerah. Bahkan, pendiri Pramuka dunia, Lord Baden-Powell, sempat datang langsung berkunjung ke Jawa pada tahun 1934 karena melihat pesatnya perkembangan kegiatan ini.
Setelah Indonesia merdeka, jumlah organisasi kepanduan makin menjamur hingga mencapai ratusan kelompok. Meringankan kondisi yang terpecah-pecah ini, Presiden Soekarno dan Sri Sultan Hamengku Buwono IX akhirnya berinisiatif menggabungkan seluruh organisasi tersebut ke dalam satu wadah resmi bernama Gerakan Pramuka.
Peristiwa penting itu terjadi pada 14 Agustus 1961 di Istana Negara. Saat itu, Presiden Soekarno menyerahkan Panji Gerakan Pramuka kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagai tanda resminya Pramuka di Indonesia. Sejak momen bersejarah itulah, tanggal 14 Agustus ditetapkan sebagai Hari Pramuka.
Lewat catatan sejarah ini, kita bisa melihat bahwa Pramuka bukan cuma soal berkemah atau belajar tali-menali. Lebih dari itu, Pramuka adalah warisan penting bangsa yang terus mengajarkan anak muda Indonesia untuk menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, dan cinta tanah air.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....