Flexibility vs Overwork: Dilema Kerja Era Digital

  • 12 Agt 2026 08:13 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) emang bikin gaya kerja anak muda zaman sekarang makin praktis dan fleksibel. Berdasarkan artikel di IDN Times, kecanggihan alat digital bikin urusan pekerjaan beres lebih cepat. Tapi di balik semua kemudahan itu, ada beberapa efek samping yang diam-diam bikin stres kalau gak diimbangi dengan batasan yang jelas.

Beberapa ciri utama dari perubahan pola kerja modern di era digital ini antara lain:

  • Kerja Lebih Cepat, Beban Makin Numpuk: Otomatisasi bikin tugas cepat kelar, tapi efeknya target kantor sering kali ditambah karena dianggap "kan udah gampang".
  • Jam Kerja Makin Gak Jelas: Bisa kerja dari mana aja emang seru, tapi notifikasi chat kantor yang masuk pas malam hari bikin waktu chillin' dan istirahat makin terganggu.
  • Gampang Chat, Tapi Rawan Typo & Miskom: Komunikasi lewat pesan teks sering kali gak nyampein nada bicara asli, jadi rawan bikin salah paham sama rekan tim.
  • Tuntutan Up-skilling Buat Kena FOMO: Pelatihan online makin bertaburan, tapi tekanan buat terus belajar biar gak ketinggalan zaman sering bikin cemas sendiri.
  • Ketergantungan Total Sama Gadget: Kalau sistem mati, kuota habis, atau server down, pekerjaan langsung mati gaya dan berantakan seketika.

Melihat fakta di atas, kemudahan kerja zaman now emang nyata, tapi risikonya juga gak main-main. Biar gak gampang burnout dan tetep happy, penting banget buat menetapkan batas antara dunia kerja dan kehidupan pribadi (work-life balance). Pada akhirnya, teknologi itu cuma alat bantu—kunci utamanya tetap ada di kontrol diri kita sendiri dalam mengatur waktu dan energi harian!

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....