Kronologi Bencana Nuklir Chernobyl 1986

  • 11 Agt 2026 16:09 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Pada malam 25 April 1986, sekelompok insinyur di pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl, Ukraina, sedang menjalankan sebuah uji coba yang dianggap rutin. Direktur pabrik bahkan tidak merasa perlu hadir. Dalam hitungan jam, uji coba itu berubah menjadi bencana nuklir terburuk dalam sejarah manusia.

Mengutip Britannica, bencana ini terjadi ketika para teknisi di reaktor Unit 4 menjalankan eksperimen yang dirancang dengan buruk. Mereka mematikan sistem pengatur daya reaktor dan sistem keselamatan darurat, lalu menarik sebagian besar batang kendali dari inti reaktor sambil membiarkan reaktor terus beroperasi pada 7 persen kapasitas. Pada pukul 01.23 dini hari tanggal 26 April 1986, reaksi berantai di dalam inti reaktor lepas kendali. Beberapa ledakan beruntun terjadi, melemparkan tutup baja dan beton reaktor yang beratnya ribuan ton ke udara dan memicu kebakaran besar di inti reaktor yang berbahan grafit.

Dalam beberapa jam pertama, dua pekerja pabrik tewas akibat ledakan langsung. Pasukan pemadam kebakaran yang datang untuk memadamkan api tidak mengetahui bahwa mereka sedang terpapar tingkat radiasi yang mematikan. Banyak dari mereka kemudian meninggal akibat sindrom radiasi akut dalam beberapa minggu berikutnya. Menurut History, pemerintah Soviet sempat berupaya menutup-nutupi skala bencana selama lebih dari 36 jam. Warga kota Pripyat baru diperintahkan mengungsi pada siang hari 27 April, dengan iming-iming bahwa perpindahan itu hanya bersifat sementara dan mereka akan segera kembali.

Upaya penyembunyian akhirnya runtuh ketika stasiun pemantauan di Swedia mendeteksi lonjakan radioaktivitas yang tidak biasa pada 28 April 1986 dan mendesak penjelasan. Tekanan internasional memaksa Soviet untuk mengakui terjadinya kecelakaan tersebut. Radiasi yang terlepas diperkirakan mencapai 400 kali lebih besar daripada yang dilepaskan oleh bom atom Hiroshima, dan awan radioaktif menyebar ke sebagian besar Eropa Barat dan Utara.

Upaya penanggulangan dimulai dengan mengirimkan helikopter untuk mengguyur pasir dan boron ke atas reaktor yang hancur, pasir untuk menghentikan kebakaran dan boron untuk mencegah reaksi nuklir lebih lanjut. Sekitar 600.000 pekerja, yang kemudian dikenal sebagai "likuidator", dikerahkan secara bergiliran untuk membersihkan area tersebut dalam kondisi paparan radiasi tinggi. Beberapa minggu setelah ledakan, reaktor yang hancur dibungkus dengan struktur beton sementara yang disebut "sarkofagus" untuk membatasi penyebaran material radioaktif.

Menurut Nuclear Regulatory Commission Amerika Serikat, sekitar 350.000 orang pada akhirnya dievakuasi dari zona eksklusi seluas 30 kilometer di sekitar reaktor. Sebagian besar dari mereka tidak pernah kembali. Kota Pripyat, yang dulu berpenduduk 50.000 orang, kini menjadi kota hantu yang perlahan ditelan oleh hutan.

Chernobyl juga meninggalkan dampak politik yang tidak kalah besar. Mantan Presiden Soviet Mikhail Gorbachev menyebut bencana Chernobyl sebagai faktor yang lebih menentukan dalam runtuhnya Uni Soviet dibandingkan dengan program reformasi Perestroika yang ia luncurkan. Sebuah kecelakaan di pembangkit listrik telah menjadi salah satu peristiwa yang mengubah peta geopolitik dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....