Letusan Gunung Berapi Indonesia yang Mengguncang Dunia
- 03 Agt 2026 11:26 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Indonesia dikenal sebagai negara dengan jumlah gunung berapi aktif terbanyak di dunia. Posisinya di atas pertemuan tiga lempeng tektonik besar menjadikan kepulauan ini salah satu kawasan paling vulkanik di planet ini. Tidak mengherankan jika beberapa letusan yang masuk dalam catatan terdahsyat sepanjang sejarah berasal dari tanah Indonesia.
Mengutip Britannica, letusan Gunung Tambora di Pulau Sumbawa pada April 1815 adalah letusan terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah manusia, dengan skor VEI-7 pada skala Volcanic Explosivity Index. Sebelum meletus, Tambora diperkirakan menjulang setinggi sekitar 4.300 meter. Setelah letusannya, sekitar 1.400 meter dari bagian puncaknya lenyap dan digantikan oleh kaldera sedalam 1 kilometer. Total korban jiwa dari letusan langsung dan dampak berantainya berupa kelaparan serta wabah penyakit diperkirakan mencapai lebih dari 90.000 orang.
Enam puluh delapan tahun kemudian, giliran Krakatau yang menggemparkan dunia. Letusan 1883 ini menghancurkan sebagian besar pulau tempat gunung tersebut berdiri dan memicu tsunami dahsyat setinggi 40 meter yang menghancurkan ratusan desa di sepanjang pantai Jawa dan Sumatra. Suara letusannya tercatat sebagai yang paling keras dalam sejarah manusia, terdengar hingga sejauh Pulau Rodrigues di Samudra Hindia yang berjarak sekitar 4.800 kilometer. Lebih dari 36.000 orang meninggal akibat peristiwa ini.
Jauh sebelum Tambora dan Krakatau, Toba di Sumatra Utara pernah meletus dalam skala yang sama sekali berbeda. Sekitar 74.000 tahun lalu, letusan supervulkan ini memuntahkan sekitar 2.800 kilometer kubik material vulkanik, menjadikannya salah satu letusan terbesar dalam 2,5 juta tahun sejarah Bumi. Kaldera yang tersisa dari letusan itu kini terisi air dan dikenal sebagai Danau Toba, danau vulkanik terbesar di dunia sekaligus danau terbesar di Asia Tenggara.
| Baca juga: Mengenal Beragam Jenis Petir |
Ketiganya, Toba, Tambora, dan Krakatau, adalah produk dari posisi Indonesia di atas Cincin Api Pasifik, sebuah sabuk vulkanik dan seismik yang melingkari Samudra Pasifik dan mencakup sekitar 75 persen dari seluruh gunung berapi aktif di dunia. Di sepanjang sabuk ini, lempeng tektonik saling berdesakan dan menunjam satu sama lain, menciptakan kondisi yang memungkinkan magma dalam jumlah sangat besar terkumpul dan akhirnya menemukan jalan keluarnya melalui letusan.
Dengan lebih dari 130 gunung berapi aktif yang tersebar dari Sumatra hingga Papua, Indonesia adalah negara yang hidup berdampingan dengan ancaman vulkanik setiap harinya. Pemahaman tentang sejarah letusan-letusan besarnya bukan hanya soal mengenang masa lalu, tetapi juga bagian dari upaya membangun kesiapsiagaan yang lebih baik untuk masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....