Jangan Asal Bagikan Data Pribadi, Kebiasaan Ini Bisa Memicu Doxing

  • 03 Agt 2026 09:01 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Mengunggah foto saat sedang berada di suatu tempat, membagikan momen liburan, atau memperlihatkan aktivitas sehari-hari di media sosial sudah menjadi kebiasaan banyak orang. Meski terlihat biasa, tanpa disadari beberapa unggahan tersebut bisa memuat informasi pribadi yang dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Berdasarkan informasi dari Alodokter, salah satu ancaman yang perlu diwaspadai adalah doxing, yaitu tindakan mengumpulkan dan menyebarkan data pribadi seseorang tanpa izin. Data tersebut dapat berupa nama lengkap, alamat rumah, nomor telepon, alamat email, lokasi, hingga informasi pekerjaan yang kemudian digunakan untuk mengintimidasi, mempermalukan, atau melakukan tindak kejahatan lainnya.

Salah satu kebiasaan yang dapat memicu doxing adalah membagikan lokasi secara real-time. Misalnya, saat sedang berada di rumah, tempat kerja, atau lokasi tertentu, informasi tersebut dapat memberikan petunjuk mengenai keberadaan seseorang. Karena itu, akan lebih aman jika mengunggah dokumentasi setelah meninggalkan lokasi.

Kebiasaan lain yang perlu dihindari adalah mengunggah foto dokumen penting, seperti kartu identitas, tiket perjalanan, kartu keluarga, atau kartu ATM. Meski hanya sebagian data yang terlihat, informasi tersebut bisa dimanfaatkan untuk menyusun profil digital seseorang dan membuka peluang terjadinya penyalahgunaan data.

Pengguna media sosial juga sebaiknya memeriksa kembali pengaturan privasi akun. Membatasi siapa yang dapat melihat unggahan, daftar pertemanan, atau informasi profil dapat membantu mengurangi risiko data pribadi diakses oleh orang yang tidak dikenal. Menggunakan kata sandi yang kuat dan mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA) juga menjadi langkah penting untuk memperkuat keamanan akun.

Jika mengetahui data pribadi telah tersebar tanpa izin, segera simpan bukti, laporkan konten tersebut kepada platform terkait, ubah kata sandi akun yang berpotensi terdampak, dan beri tahu keluarga atau orang terdekat agar lebih waspada apabila ada pihak yang mencoba menyalahgunakan identitas Anda.

Di era digital, menjaga privasi bukan berarti harus berhenti menggunakan media sosial. Yang terpenting adalah lebih bijak dalam membagikan informasi. Semakin sedikit data pribadi yang tersebar tanpa alasan yang jelas, semakin kecil pula peluang seseorang menjadi korban doxing atau penyalahgunaan identitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....