Taring Narwhal Bukan Sekadar Hiasan, Ini Fungsinya

  • 31 Jul 2026 15:34 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Taring panjang yang menonjol dari kepala narwhal telah lama menginspirasi legenda unicorn di berbagai kebudayaan dunia. Namun, di balik penampilannya yang memukau, taring ini ternyata menyimpan fungsi ilmiah yang jauh lebih kompleks daripada yang selama ini diperkirakan.

Mengutip ThoughtCo, taring narwhal bukanlah tanduk, melainkan gigi taring yang tumbuh menembus bibir atas dan memanjang ke luar dalam bentuk heliks spiral ke kiri. Taring ini berongga dan terus tumbuh sepanjang hidup narwhal, dengan panjang yang bisa mencapai 1,5 hingga 3,1 meter dan berat sekitar 10 kilogram. Sekitar satu dari 500 narwhal jantan memiliki dua taring, sementara sekitar 15 persen narwhal betina juga memiliki taring, meski berukuran lebih kecil dan tidak sespiral taring jantan.

Gigi narwhal lainnya bersifat vestigial atau tidak lagi berfungsi, sehingga narwhal pada dasarnya tidak bergigi meski secara ilmiah tetap dikategorikan sebagai paus bergigi karena tidak memiliki lempeng baleen.

Selama bertahun-tahun, para ilmuwan berdebat soal fungsi taring ini. Dugaan awal menyebutkan bahwa taring digunakan untuk bertarung antartarung jantan. Namun, hipotesis yang kini lebih diterima menyatakan bahwa taring memiliki kemampuan sensorik. Menurut NOAA Fisheries, taring narwhal kemungkinan berfungsi sebagai penanda status sosial jantan dan berperan dalam seleksi pasangan oleh betina, sekaligus sebagai alat sensor untuk mendeteksi perubahan lingkungan laut.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal The Anatomical Record pada 2014 memberikan penjelasan yang lebih konkret. Para peneliti menemukan bahwa lapisan luar taring narwhal tidak memiliki enamel sehingga bersifat berpori, memungkinkan air laut masuk dan menyentuh jaringan di dalamnya. Taring ini mengandung sekitar 10 juta ujung saraf yang terhubung langsung ke otak, memungkinkan narwhal mendeteksi perubahan suhu dan kadar garam di sekitarnya, seperti dikutip dari WWF.

Bukti lapangan yang lebih konkret datang dari rekaman video drone yang dilakukan oleh peneliti WWF-Kanada di Teluk Tremblay, Nunavut. Dalam rekaman tersebut, narwhal terlihat menggunakan taringnya secara aktif untuk memukul dan memingsankan ikan sebelum memangsanya, sebuah perilaku yang sebelumnya hanya diduga, namun belum pernah terdokumentasi secara langsung.

Menariknya, kemampuan sensorik taring ini tampaknya bukan faktor penentu kelangsungan hidup narwhal. WWF Arktik mencatat bahwa tidak semua narwhal memiliki taring, namun individu-individu tersebut tampaknya tetap mampu bertahan dan berkembang biak dengan baik. Ini menunjukkan bahwa fungsi taring mungkin lebih berperan sebagai keunggulan tambahan daripada kebutuhan mutlak.

Taring narwhal adalah salah satu contoh paling menarik tentang bagaimana evolusi dapat menghasilkan organ yang melayani lebih dari satu fungsi sekaligus. Mulai dari penanda dominasi sosial, alat berburu, hingga sensor lingkungan, apa yang semula tampak seperti hiasan ternyata adalah salah satu alat bertahan hidup paling canggih di lautan Arktik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....