Anak Muda Jadi Kunci Perdamaian lewat Hari Persahabatan

  • 30 Jul 2026 16:14 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Peringatan Hari Persahabatan Internasional setiap tanggal 30 Juli menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat solidaritas kemanusiaan di tengah krisis global. Sebagaimana dilansir dari laman resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Indonesia, peringatan yang dicanangkan oleh Majelis Umum PBB sejak 2011 ini bertujuan menginspirasi upaya perdamaian serta membangun jembatan penghubung antar masyarakat, negara, dan budaya.

Dunia saat ini masih dihadapkan pada berbagai tantangan berat, mulai dari kemiskinan, konflik, hingga pelanggaran hak asasi manusia yang berpotensi merusak keharmonisan sosial. Melalui ikatan persahabatan dan rasa saling percaya, masyarakat dunia diajak merajut jaring pengaman sosial yang kokoh guna menciptakan stabilitas yang berkelanjutan bagi semua pihak.

PBB secara khusus menyoroti peran strategis generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan. Keterlibatan aktif kaum muda dalam interaksi lintas budaya dipandang sangat krusial untuk menumbuhkan rasa saling mengerti, menghargai keragaman, serta mencegah potensi gesekan sosial sejak dini.

Semangat perayaan ini juga berkaitan erat dengan konsep Budaya Perdamaian yang digagas UNESCO sejak tahun 1997. Pendekatan ini menekankan pentingnya penolakan terhadap kekerasan dan penyelesaian akar masalah melalui promosi toleransi, kesetaraan, komunikasi yang terbuka, serta penghormatan penuh terhadap hak asasi manusia.

Oleh karena itu, Hari Persahabatan Internasional hendaknya dijadikan pendorong nyata untuk terus jadi penggalang kolaborasi. Dengan merawat dialog dan kebersamaan, cita-cita mewujudkan dunia yang lebih damai dan harmonis dapat dicapai bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....