Mengenal Tiga Jenis Utama Gunung Berapi di Dunia
- 29 Jul 2026 15:45 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Tidak semua gunung berapi memiliki bentuk dan karakter yang sama. Perbedaan ini ditentukan oleh jenis magma yang dikeluarkan, cara letusannya, dan proses pembentukan yang berlangsung selama ribuan hingga jutaan tahun.
Mengutip dari National Park Service Amerika Serikat, tiga jenis gunung berapi yang paling dikenal adalah gunung berapi perisai (shield volcano), gunung berapi strato (stratovolcano), dan kerucut sinder (cinder cone). Masing-masing memiliki ukuran, bentuk, dan perilaku letusan yang khas.
Gunung Berapi Perisai (Shield Volcano)
Jenis ini merupakan yang terbesar di antara ketiganya. Bentuknya lebar dan landai, menyerupai perisai prajurit yang diletakkan terlungkup di tanah. Itulah asal nama "perisai" disematkan. Menurut British Geological Survey, gunung berapi perisai terbentuk dari magma basalt dengan viskositas rendah atau lava yang lebih cair sehingga mengalir jauh sebelum mengeras dan membentuk lereng yang sangat landai. Karena sifat lavanya yang mudah mengalir, letusannya relatif tidak eksplosif. Mauna Loa di Hawaii adalah contoh gunung berapi perisai paling terkenal dan merupakan gunung berapi terbesar di Bumi.
Gunung Berapi Strato (Stratovolcano)
Jenis ini adalah gunung berapi yang paling sering terbayangkan ketika menyebut kata "gunung berapi", dengan bentuk kerucut simetris dan lereng yang curam. Berbeda dengan gunung berapi perisai, stratovolcano terbentuk dari lapisan-lapisan lava dan material piroklastik seperti abu dan batu yang bergantian menumpuk selama berulang kali meletus. Magma yang dikeluarkan bersifat lebih kental dan kaya gas, sehingga tekanan yang menumpuk dapat melepaskan letusan yang jauh lebih eksplosif dan berbahaya. Gunung Fuji di Jepang, Gunung Vesuvius di Italia, dan Gunung St. Helens di Amerika Serikat termasuk dalam kategori ini. Di Indonesia, sebagian besar gunung berapi aktif seperti Merapi dan Semeru juga merupakan stratovolcano.
Kerucut Sinder (Cinder Cone)
Ini adalah jenis gunung berapi paling kecil dan paling umum ditemui. Terbentuk dari tumpukan material vulkanik seperti abu, batu kerikil, dan fragmen lava yang terlempar ke udara lalu jatuh menumpuk di sekitar lubang letusan. Kerucut Sinder jarang mencapai ketinggian lebih dari 300 meter, namun memiliki lereng yang sangat curam. Tidak seperti dua jenis sebelumnya, kerucut sinder biasanya hanya meletus sekali sepanjang masa hidupnya.
Perbedaan mendasar antara ketiga jenis ini terletak pada kandungan kimia magmanya. Semakin tinggi kadar silika dalam magma, semakin kental sifatnya, dan semakin eksplosif potensi letusannya. Pemahaman tentang jenis gunung berapi menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi bencana, karena setiap jenis membawa karakteristik bahaya yang berbeda bagi wilayah sekitarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....