Fondasi Geologi di Balik Teori Evolusi Charles Darwin
- 27 Jul 2026 19:07 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Charles Darwin dikenal oleh dunia sebagai ilmuwan yang merevolusi biologi lewat teori evolusi. Namun, di balik teori besarnya itu, terdapat fondasi yang jarang disorot: Darwin adalah seorang geolog terlatih sebelum ia menjadi naturalis yang mengubah cara manusia memahami kehidupan di Bumi.
Mengutip dari JSTOR Daily, Darwin menjalani pendidikan geologi yang serius di Edinburgh, di mana ia belajar di bawah dua kubu ilmuwan yang saling berseberangan. Di satu sisi, Robert Jameson mengajarkan teori Wernerian yang meyakini bahwa lapisan batuan terbentuk dari pengendapan lautan purba. Di sisi lain, profesor kimia Charles Hope yang beraliran Huttonian mengajarkan bahwa batuan terbentuk melalui proses panas internal Bumi. Alih-alih memihak salah satu, Darwin menyerap keduanya: dari Jameson ia mendapat keterampilan teknis geologi lapangan, dari Hope ia mendapat kebiasaan mencari penjelasan sebab-akibat atas fenomena alam.
Sejarawan James Secord yang dikutip JSTOR Daily juga menemukan bahwa meski Darwin sendiri sering meremehkan kemampuan geologinya dalam autobiografinya, catatan dan surat-suratnya menunjukkan gambaran berbeda. Secord menyebut Darwin sebagai "salah satu orang paling terlatih di bidang geologi di Inggris pada masanya."
Pengalaman lapangan Darwin semakin terasah saat ia ikut memetakan lapisan batuan di Wales. Pada 1831, ia menulis kepada seorang teman bahwa dirinya "gila dengan geologi." Beberapa bulan kemudian, sebuah undangan mengubah arah hidupnya: John Stevens Henslow, mentornya di Cambridge, merekomendasikan Darwin untuk bergabung dalam ekspedisi kapal HMS Beagle sebagai naturalis. Saat berlayar, Darwin membawa serta karya Charles Lyell, Principles of Geology, yang memperkuat keyakinannya bahwa perubahan besar di alam terjadi melalui proses kecil yang berlangsung dalam waktu sangat panjang.
Cara berpikir inilah yang kelak menjadi tulang punggung teori evolusinya. Geologi mengajarkan Darwin untuk tidak hanya mengamati apa yang ada di depan mata, tetapi juga membayangkan proses panjang di baliknya. Ketika ia kemudian mengamati variasi antarspesies di Kepulauan Galápagos, ia sudah memiliki kerangka berpikir yang matang untuk menginterpretasikannya.
Tanpa pelatihan geologinya, Darwin mungkin hanya akan menjadi naturalis biasa yang mengoleksi spesimen. Geologi memberikannya sesuatu yang lebih: cara bertanya tentang bagaimana dan mengapa sesuatu bisa menjadi seperti yang ada sekarang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....