ByteDance Bangun Pusat Data AI Rp37 Triliun

  • 30 Jun 2026 18:24 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Bayangkan sebuah gedung raksasa berisi ribuan server yang bekerja tanpa henti, memproses miliaran data setiap detiknya — mulai dari video yang Anda tonton di TikTok, belanjaan di Tokopedia, hingga efek kamera di CapCut. Itulah gambaran pusat data kecerdasan buatan yang kini tengah disiapkan ByteDance, perusahaan induk TikTok, untuk dibangun di tanah Indonesia.

Pada Senin, 21 April 2026, ByteDance resmi menandatangani Nota Kesepahaman dengan BP Batam untuk mendirikan fasilitas pusat data berteknologi kecerdasan buatan di Kawasan Ekonomi Khusus Nongsa, Kepulauan Riau. Nilai investasinya tidak main-main — 2,3 miliar dolar Amerika Serikat atau setara Rp37 triliun. Penandatanganan ini berlangsung di hadapan Kepala BP Batam Muhammad Rudi dan Menteri Investasi Rosan Roeslani.

Pusat data ini dirancang dengan kapasitas daya hingga 200 megawatt, khusus untuk menangani beban kerja komputasi dari seluruh platform digital ByteDance yang aktif di Indonesia. TikTok, Tokopedia, Lemon8, hingga CapCut semuanya akan mengandalkan infrastruktur ini agar tetap berjalan cepat dan responsif bagi ratusan juta penggunanya di Asia Tenggara.

Menariknya, pilihan ByteDance untuk menanamkan investasi sebesar ini di Batam bukan tanpa perhitungan. Secara geopolitik, langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan menghadapi tekanan regulasi di Amerika Serikat. Dengan memindahkan sebagian infrastruktur ke Indonesia, ByteDance sekaligus mendiversifikasi lokasi server-nya agar tidak bergantung pada satu negara saja. Dari sisi ekonomi, Batam menawarkan tarif listrik PLN yang jauh lebih kompetitif dibandingkan Singapura, ditambah berbagai insentif fiskal yang tersedia di kawasan ekonomi khusus.

Pembangunan dijadwalkan mulai bergulir tahun 2026 ini, dengan target beroperasi secara komersial pada kuartal keempat 2027. Dua kontraktor nasional dipercaya mengerjakan proyek ini, yaitu Waskita Karya dan NeutraDC, anak perusahaan Telkom Indonesia. Yang tidak kalah menggembirakan, proyek ini diproyeksikan membuka sekitar 4.000 lapangan kerja baru, dengan komitmen bahwa 70 persen tenaga kerjanya akan direkrut dari masyarakat lokal Indonesia.

Kehadiran fasilitas berteknologi tinggi ini diharapkan menjadi pemantik pertumbuhan ekosistem digital nasional yang lebih luas, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat infrastruktur teknologi di kawasan Asia Tenggara. (Arf)

Sumber:

Bernas.id — "TikTok Gencar Bangun Data Center AI US$ 2,3 Miliar di Batam, Rampung 2027"

https://bernas.id/nasional/news/tiktok-gencar-bangun-data-center-ai-us-2-3-miliar-di-batam-rampung-2027-bl80el

Kompas Money — "Data Center AI Dibangun di Batam, PLN Siapkan Pasokan Listrik"

https://money.kompas.com/read/2026/05/26/202759926/data-center-ai-dibangun-di-batam-pln-siapkan-pasokan-listrik

Kumparan Bisnis — "RI dan Singapura Sepakat Akan Ubah Kawasan Batam Jadi Pusat Data Center dan AI"

https://m.kumparan.com/kumparanbisnis/ri-dan-singapura-sepakat-akan-ubah-kawasan-batam-jadi-pusat-data-center-dan-ai-27Z0GumQQT3

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....