Mengenal MBTI dan 16 Tipe Kepribadiannya

  • 28 Jun 2026 11:38 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang Myers-Briggs Type Indicator atau MBTI adalah instrumen klasifikasi kepribadian yang dikembangkan oleh Katharine Cook Briggs dan putrinya, Isabel Briggs Myers, berdasarkan teori psikologi Carl Jung pada tahun 1940-an. Mengutip dari Alodokter, tes ini tidak menilai benar atau salah, melainkan membantu seseorang memahami cara mengambil keputusan, berkomunikasi, dan menghadapi berbagai situasi sehari-hari.

MBTI didasarkan pada empat skala preferensi yang masing-masing terdiri dari dua kutub berlawanan. Kombinasi dari keempat skala ini menghasilkan satu dari 16 tipe kepribadian yang unik. Keempat skala tersebut adalah:

  • Extraversion (E) vs Introversion (I). Menggambarkan dari mana seseorang mendapatkan energinya. Ekstrovert cenderung merasa berenergi setelah berinteraksi dengan orang lain, sementara introvert memulihkan energi melalui waktu sendiri.

  • Sensing (S) vs Intuition (N). Menggambarkan cara seseorang mengolah informasi. Tipe sensing lebih fokus pada fakta dan realitas yang ada, sedangkan tipe intuition lebih tertarik pada pola, kemungkinan, dan konsep abstrak.

  • Thinking (T) vs Feeling (F). Menggambarkan cara seseorang mengambil keputusan. Tipe thinking mengandalkan logika dan data objektif, sementara tipe feeling mempertimbangkan nilai-nilai pribadi dan dampak terhadap orang lain.

  • Judging (J) vs Perceiving (P). Menggambarkan cara seseorang menjalani hidup. Tipe judging menyukai struktur dan kepastian, sedangkan tipe perceiving lebih fleksibel dan mudah beradaptasi terhadap hal-hal baru.

Kombinasi keempat skala tersebut menghasilkan 16 tipe kepribadian yang berbeda. Kelompok introvert mencakup ISTJ yang pendiam namun gigih dan terorganisir, ISTP yang realistis dan logis dengan kemampuan memecahkan masalah yang baik, ISFJ yang penuh perhatian dan membawa ketenangan bagi orang sekitar, serta ISFP yang kreatif dan berbakat dalam dunia seni.

Masih dari kelompok introvert, terdapat INFJ yang suportif dan peka terhadap perasaan orang lain dan dikenal sebagai tipe paling langka, INFP yang idealis dan pandai menjadi mediator dalam konflik, INTJ yang analitis dalam membuat strategi dan solusi inovatif, serta INTP yang merupakan pemikir logis berwawasan luas yang menyukai banyak pilihan.

Sementara itu, kelompok ekstrovert terdiri dari ESTP yang ramah dan mampu berpikir cepat dalam situasi mendesak, ESTJ yang tegas dan dikenal dengan kemampuan memimpin, ESFP yang sangat suka bersosialisasi dan senang menjadi pusat perhatian, serta ESFJ yang berhati lembut dan setia.

Melengkapi kelompok ekstrovert, ENFP dikenal penuh energi positif dan senang membantu orang lain, ENFJ berempati tinggi dan mudah menjalin hubungan dengan hampir semua kepribadian, ENTP logis dan dikenal suka berargumen, serta ENTJ yang tegas, percaya diri, dan visioner.

MBTI juga kerap digunakan dalam konteks pengembangan diri, bimbingan karier, dan manajemen organisasi. Perlu dicatat bahwa MBTI bukan alat diagnosis klinis dan tidak dapat digunakan untuk menentukan kondisi kesehatan mental seseorang. Jika hasil tes masih terasa membingungkan, berkonsultasi dengan psikolog dapat menjadi langkah yang lebih tepat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....