Ketergantungan pada AI Bisa Ganggu Kemampuan Analisis

  • 26 Jun 2026 06:38 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Kehadiran teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin mempermudah berbagai aktivitas, mulai dari mencari informasi hingga membantu menyelesaikan pekerjaan dalam waktu singkat. Namun, penggunaan yang terlalu bergantung pada teknologi ini dinilai dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam berpikir dan menganalisis secara mandiri.

Mengutip dari ANTARA, seorang konsultan senior neurologi dari Dharamshila Narayana Hospital, Delhi, Dr. MS Panduranga, mengingatkan bahwa penggunaan AI secara berlebihan dapat membuat otak secara perlahan mengurangi upaya mental yang biasanya digunakan untuk mengingat, bernalar, dan memecahkan masalah.

Menurutnya, ketika sebagian besar proses berpikir diserahkan kepada AI, otak akan terbiasa tidak lagi melakukan pekerjaan tersebut secara aktif. Kondisi ini dapat memengaruhi cara manusia menyimpan informasi dan memproses berbagai persoalan yang dihadapi sehari-hari.

Fenomena memindahkan beban kerja mental sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya masyarakat telah mengandalkan kalkulator, peta digital, hingga mesin pencari. Namun, kemampuan AI saat ini jauh lebih luas karena tidak hanya mencari informasi, tetapi juga dapat menulis, memberikan analisis, hingga menghasilkan berbagai ide sesuai kebutuhan pengguna.

Para ahli menilai AI tetap dapat memberikan manfaat besar apabila digunakan secara tepat. Pengguna disarankan untuk mencoba menyelesaikan persoalan atau menjawab pertanyaan secara mandiri terlebih dahulu, kemudian memanfaatkan AI sebagai alat untuk memeriksa, menyempurnakan, atau memperluas hasil pemikiran yang telah dibuat sebelumnya. Dengan cara tersebut, kemampuan berpikir kritis dan kreativitas tetap dapat terjaga di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Sumber: antaranews.com

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....