Mengenal Linux, Operasi Sistem yang Bebas dan Powerful

  • 23 Jun 2026 11:43 WIB
  •  Sintang
Poin Utama
  • Linux merupakan operasi sistem open source
  • Linux memiliki banyak distro dikembangkan sedemikian rupa
  • Kernel Linux dirancang pertama kali pada tahun 1991

RRI.CO.ID, Sintang - Hidup di zaman modern ini, kita tidak pernah lepas dari piranti seperti smartphone dan juga personal computer (PC). Saat menyalakan piranti, terdapat operasi sistem yang digunakan sebagai antarmuka dan sarana interaksi. Pada smartphone kita mendapati operasi sistem iOS yang eksklusif untuk perangkat Apple. Serta Android, operasi sitem yang fleksibel pada berbagai merk ponsel. Pada PC kita mendapati operasi sistem Windows yang sangat populer dan juga MacOS yang terkenal dengan efisiensi dan fiturnya.

Namun, di antara nama-nama besar tersebut, ada satu sistem operasi yang sering kali terdengar misterius namun sebenarnya menggerakkan sebagian besar teknologi dunia, yaitu: Linux. Jika Windows dan iOS adalah sistem operasi tertutup yang dikendalikan penuh oleh perusahaan pembuatnya, Linux hadir dengan konsep open-source (sumber terbuka) yang artinya, siapa saja boleh melihat, mengubah, dan mendistribusikan kode programnya secara bebas.

Linux ditemukan oleh seorang mahasiswa ilmu komputer bernama Linus Torvalds pada tahun 1991. Saat itu, ia sedang mengutak-atik operasi sistem yang bernama Minix dan mendapati bahwa operasi sistem tersebut tidak bisa dimodifikasi secara bebas. Merasa tidak puas dengan hasil yang didapat, akhirnya Linus mencoba untuk mengembangkan kode inti (kernel) yang akan menjadi operasi sistem Linux nantinya. Awalnya, Linus hanya menganggap proyek ini sebagai hobi saja. Namun, ia membuat keputusan krusial: membagikan kode tersebut ke internet secara gratis agar orang lain bisa ikut membantu mengembangkannya. Di sinilah keajaiban terjadi. Ribuan programer dari seluruh dunia bergabung untuk menyempurnakan proyek tersebut, hingga akhirnya lahirlah sistem operasi yang kita kenal sekarang sebagai Linux.

Karenakan dikerjakan olah banya orang, Linux tidak hadir dalam satu wujud tunggal, melainkan didistribusikan dalam berbagai versi yang disebut Distro (Distribusi). Secara sederhana, distro adalah sistem operasi utuh yang dibagun menggunakan kernel Linux sebagai pondasi utamanya. Karena kode dasar Linux bersifat terbuka dan bebas dimodifikasi, berbagai perusahaan maupun komunitas mengemas kernel tersebut dengan menambahkan tampilan antarmuka, sistem manajemen aplikasi, serta perangkat lunak bawaan yang berbeda-beda sesuai kebutuhan spesifik pengguna. Hal inilah yang melahirkan beragam variasi Linux di dunia teknologi. Seperti Ubuntu yang populer untuk kebutuhan komputasi harian, Linux Mint yang dirancang familier bagi mantan pengguna Windows, hingga distro khusus seperti Kali Linux yang dikhususkan untuk analisis keamanan siber.

(Sumber: https://satu.ac.id/bandung/informatika/2025/12/01/linus-torvalds-sosok-di-balik-revolusi-open-source-dan-fondasi-dunia-digital-modern/)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....