Soft Parenting dan Gentle Parenting Sering Disamakan, Padahal Tidak Sepenuhnya Sa
- 08 Jun 2026 17:13 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Istilah soft parenting dan gentle parenting semakin sering diperbincangkan seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap pola pengasuhan anak yang lebih positif. Karena sama-sama menekankan pendekatan yang hangat dan minim hukuman, kedua istilah ini kerap dianggap memiliki makna yang sama.
Padahal, meski memiliki beberapa kesamaan, terdapat perbedaan dalam cara kedua pola asuh tersebut diterapkan.
Mengutip dari CNN Indonesia, gentle parenting merupakan pendekatan pengasuhan yang mengedepankan empati, rasa hormat, serta komunikasi yang baik antara orang tua dan anak. Dalam pola asuh ini, orang tua berusaha memahami perasaan anak tanpa mengabaikan aturan dan batasan yang diperlukan.
Anak diberikan ruang untuk mengungkapkan emosi, tetapi tetap diarahkan untuk memahami konsekuensi dari setiap tindakan yang dilakukan. Dengan kata lain, empati berjalan seiring dengan kedisiplinan yang konsisten.
Sementara itu, soft parenting sering dipahami sebagai pola asuh yang lebih berfokus pada kenyamanan emosional anak. Orang tua cenderung menghindari pendekatan yang dianggap terlalu tegas karena khawatir dapat menimbulkan tekanan atau membuat anak merasa tidak nyaman.
Karena alasan tersebut, sebagian orang menilai soft parenting berisiko membuat batasan menjadi kurang jelas apabila tidak diterapkan secara seimbang.
Meski demikian, kedua pendekatan sama-sama bertujuan menciptakan hubungan yang positif antara orang tua dan anak. Keduanya juga menolak penggunaan kekerasan fisik maupun verbal dalam proses pengasuhan.
Para ahli menilai tidak ada satu pola asuh yang dapat diterapkan secara mutlak pada semua keluarga. Setiap orang tua perlu menyesuaikan pendekatan yang digunakan dengan kebutuhan anak, nilai keluarga, dan situasi yang dihadapi.
Memahami perbedaan antara soft parenting dan gentle parenting dapat membantu orang tua memilih pola pengasuhan yang sesuai. Dengan keseimbangan antara empati, komunikasi, dan batasan yang jelas, anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perkembangan emosional maupun sosialnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....