Inilah Awan yang Ditembus oleh Pesawat

  • 08 Mei 2026 09:51 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Salah satu momen yang paling menarik saat naik pesawat adalah ketika pesawat perlahan menanjak, lalu masuk ke dalam lapisan awan putih tebal, dan beberapa saat kemudian muncul di atas langit biru yang cerah. Momen ini sering memunculkan rasa penasaran: awan apa sebenarnya yang ditembus saat pesawat lepas landas?

Umumnya, pesawat komersial paling sering menembus awan rendah terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan awan rendah berada dekat dengan permukaan bumi dan biasanya berada pada ketinggian di bawah 2.000 meter. Jenis awan yang paling umum dilewati adalah stratus dan stratocumulus.

Stratus merupakan awan berbentuk lapisan rata berwarna abu-abu yang sering membuat langit terlihat mendung, mirip seperti kabut tebal yang terangkat. Saat cuaca mendung, pesawat biasanya melewati lapisan stratus hanya beberapa menit setelah lepas landas. Selain itu, ada stratocumulus, yaitu awan bergumpal besar yang membentuk lapisan luas di langit rendah. Jenis awan ini juga sering terlihat dari jendela pesawat saat proses pendakian pesawat.

Dalam kondisi hujan, pesawat juga bisa menembus nimbostratus, yaitu awan hujan tebal yang menghasilkan gerimis atau hujan terus-menerus. Saat melewati awan ini, kita mungkin merasakan sedikit turbulensi akibat perubahan arus udara.

Setelah melewati awan rendah, pesawat dapat terus naik melalui awan menengah seperti altostratus atau altocumulus, tergantung kondisi atmosfer pada saat terbang. Pada ketinggian sekitar 9.000-12.000 meter, pesawat biasanya sudah berada di atas sebagian besar awan, sehingga kita dapat melihat hamparan awan di bawah seperti lautan putih luas.

Namun tidak semua awan dilewati begitu saja. Pilot hampir selalu menghindari cumulonimbus, yaitu awan badai yang menjulang tinggi dan berpotensi membawa petir, hujan es, turbulensi berat, serta arus udara berbahaya. Demi keselamatan, pesawat biasanya akan mengubah jalur untuk menghindari awan jenis tersebut.

Fenomena ini menunjukkan bahwa saat naik pesawat, kita sebenarnya sedang melewati berbagai lapisan atmosfer. Jadi, ketika jendela pesawat mendadak dipenuhi putih pekat sesaat setelah lepas landas, besar kemungkinan kita sedang menembus awan stratus atau stratocumulus sebelum akhirnya mencapai langit cerah di atasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....