Aktivitas Otak di Balik Melamun
- 03 Mei 2026 14:53 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Melamun merupakan kondisi yang umum dialami hampir setiap orang. Pikiran dapat tiba-tiba mengembara ke hal lain saat sedang bekerja, belajar, atau melakukan aktivitas rutin. Meski kerap dianggap sebagai tanda kurang fokus, melamun ternyata berkaitan dengan cara kerja alami otak.
Dalam dunia neurosains, melamun sering dikaitkan dengan aktivitas default mode network (DMN), yaitu jaringan beberapa area otak yang aktif ketika seseorang tidak sedang fokus pada tugas tertentu. Saat pikiran tidak diarahkan pada pekerjaan utama, otak justru tetap bekerja dengan memproses ingatan, rencana, dan berbagai pikiran internal.
Sebuah penjelasan dari Harvard Medical School menyebutkan bahwa jaringan ini berperan dalam refleksi diri, mengingat pengalaman masa lalu, serta membayangkan masa depan. Karena itu, melamun kerap berisi kenangan, rencana, atau percakapan imajiner.
Penelitian lain yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) menunjukkan bahwa pikiran manusia dapat mengembara dalam porsi cukup besar selama aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut menjadi bagian normal dari fungsi mental, meski dapat memengaruhi fokus pada tugas yang sedang dikerjakan.
Melamun tidak selalu berdampak negatif. Dalam beberapa situasi, kondisi ini dikaitkan dengan kreativitas, pemecahan masalah, dan munculnya ide baru. Saat pikiran bebas bergerak, otak dapat menghubungkan berbagai informasi yang sebelumnya terpisah.
Namun, jika melamun terjadi terlalu sering hingga mengganggu pekerjaan, belajar, atau interaksi sosial, kondisi tersebut dapat menjadi tanda bahwa perhatian sedang terbagi, kelelahan, atau mengalami stres.
Dengan demikian, melamun bukan sekadar kebiasaan kosong. Saat tubuh tampak diam, otak justru sedang menjalankan proses internal yang cukup aktif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....