Mengapa Pakaian Hitam Identik dengan Duka? Ini Sejarahnya!
- 03 Mei 2026 07:44 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Mengenakan pakaian hitam saat menghadiri pemakaman atau masa berkabung telah menjadi kebiasaan yang umum di berbagai belahan dunia. Namun, tradisi ini ternyata memiliki akar sejarah panjang yang bermula sejak ribuan tahun lalu.
Sejarah mencatat, kebiasaan mengenakan pakaian gelap saat berduka sudah ada sejak masa Kekaisaran Romawi. Pada masa itu, keluarga yang ditinggalkan mengenakan toga pulla, yakni toga berwarna gelap, sebagai simbol kesedihan sekaligus bentuk penghormatan kepada orang yang telah meninggal.
Memasuki periode Abad Pertengahan hingga Renaisans di Eropa, penggunaan pakaian hitam semakin menguat sebagai standar berkabung. Meski demikian, praktik ini tidak sepenuhnya seragam. Di beberapa wilayah seperti Spanyol dan Prancis, warna putih sempat digunakan oleh janda sebagai tanda duka, menunjukkan adanya perbedaan simbolisme antarbudaya.
Tradisi mengenakan hitam mencapai puncaknya pada era Era Victoria di Inggris. Ratu Victoria memainkan peran besar dalam mempopulerkan kebiasaan ini setelah wafatnya suaminya, Pangeran Albert. Ia mengenakan pakaian hitam selama bertahun-tahun sebagai bentuk kesetiaan dan kesedihan mendalam. Dari sinilah, etiket berkabung menjadi lebih formal dan ketat, terutama bagi para janda.
Pengaruh tradisi Kristen turut memperluas penggunaan warna hitam sebagai simbol duka di dunia Barat. Warna ini dianggap merepresentasikan kesedihan, kehilangan, sekaligus penghormatan terakhir. Namun, berbeda dengan budaya Barat, sejumlah tradisi di Timur seperti dalam ajaran Hindu dan Buddha justru menggunakan warna putih sebagai simbol kemurnian dan pelepasan jiwa.
Dalam konteks modern, pakaian hitam tidak lagi sekadar aturan sosial, melainkan simbol universal yang mencerminkan rasa hormat, kesederhanaan, dan refleksi diri saat menghadapi kehilangan. Meski beberapa budaya mulai lebih fleksibel dalam penggunaan warna, hitam tetap menjadi pilihan dominan dalam suasana berkabung. Kini warna yang dikenakan saat berduka bukan hanya soal tradisi, tetapi juga cara manusia mengekspresikan kehilangan dengan bahasa simbol yang terus diwariskan lintas generasi.
Sumber:
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....