Yuk Ketahui Penyebab Rambut Rontok
- 07 Apr 2026 11:13 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Rambut rontok sering kali menjadi keluhan banyak orang, namun tidak semua kerontokan merupakan tanda bahaya. Secara normal, manusia kehilangan sekitar 50 hingga 100 helai rambut setiap hari sebagai bagian dari siklus alami pertumbuhan rambut. Dalam siklus ini, sekitar 85 persen rambut berada pada fase pertumbuhan (anagen), sementara 10 hingga 15 persen lainnya berada pada fase istirahat (telogen) sebelum akhirnya rontok dan digantikan oleh rambut baru.
Namun, kerontokan yang terjadi secara berlebihan atau dikenal sebagai Alopecia dapat menjadi indikasi adanya gangguan tertentu. Faktor genetik dan hormon menjadi penyebab utama, terutama pada kasus alopecia androgenetik yang dipengaruhi oleh keturunan dan keseimbangan hormon seperti testosteron dan estrogen. Selain itu, kondisi ini juga bisa diperparah oleh faktor lain yang tidak kalah penting.
Stres dan pola makan yang buruk turut berperan besar dalam meningkatkan risiko rambut rontok. Tingginya kadar hormon stres dapat mengganggu siklus pertumbuhan rambut, sementara kekurangan nutrisi seperti zat besi, vitamin D, dan protein dapat melemahkan akar rambut. Di sisi lain, kondisi medis seperti gangguan tiroid, anemia, diabetes, hingga infeksi tertentu juga dapat memicu kerontokan yang tidak normal, termasuk pada masa setelah melahirkan atau menyusui.
Tak hanya dari dalam tubuh, kebiasaan sehari-hari dalam merawat rambut juga memengaruhi kesehatan rambut. Mengikat rambut terlalu kencang, penggunaan alat panas seperti hair dryer dan catokan secara berlebihan, serta penggunaan bahan kimia pada rambut dapat merusak folikel dan mempercepat kerontokan. Bahkan, masalah kulit kepala seperti ketombe akibat jamur juga dapat menyumbat folikel rambut dan memperparah kondisi tersebut.
Penting untuk mengenali tanda-tanda kerontokan yang tidak normal, seperti rambut yang menipis secara drastis, rontok lebih dari 100 helai per hari, atau munculnya area pitak pada kulit kepala. Penanganan yang tepat perlu disesuaikan dengan penyebabnya, mulai dari memperbaiki asupan nutrisi, mengelola stres, hingga berkonsultasi dengan tenaga medis atau ahli kesehatan kulit agar kondisi rambut tetap terjaga dengan baik.
Sumber:
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....