Kenali Ciri-Ciri Investasi Ilegal
- 26 Des 2025 18:50 WIB
- Sintang
KBRN, Sintang: Investasi ilegal masih sering merugikan masyarakat karena menjanjikan keuntungan tinggi tanpa risiko. Agar tidak terjebak, penting bagi masyarakat mengenali tanda-tanda penipuan sejak dini. Brikut
1. Janji Keuntungan Tinggi dan Cepat
Pelaku menawarkan imbal hasil sangat tinggi dalam waktu singkat, misalnya 20–30% per bulan, tanpa risiko. Janji ini biasanya bertujuan menarik minat korban yang tergiur keuntungan besar.
2. Skema Ponzi
Dana dari investor baru digunakan untuk membayar investor lama. Skema ini akan runtuh saat tidak ada investor baru yang masuk.
3. Mencatut Nama Tokoh atau Instansi Terkenal
Pelaku sering menggunakan nama tokoh publik atau instansi resmi untuk meyakinkan korban. Foto, dokumen, atau identitas palsu kerap dipakai sebagai bukti kredibilitas.
4. Penawaran via Media Sosial dan Aplikasi Pesan
WhatsApp, Telegram, atau media sosial digunakan untuk menjangkau korban. Mereka membuat grup atau akun palsu yang tampak meyakinkan.
5. Memaksa Investasi Besar dan Frekuensi Tinggi
Awalnya penempatan modal kecil dengan return tinggi, lalu korban diminta menambah modal lebih besar. Tawaran return lebih tinggi digunakan untuk memikat korban agar terus menanamkan uang.
6. Bukti Keuntungan Palsu
Pelaku kerap memberikan bukti transfer keuntungan ke investor fiktif agar korban tetap tertarik berinvestasi. Bukti ini biasanya dibagikan melalui grup percakapan seperti WhatsApp atau Telegram.
7. Menghalangi Pencairan Modal
Korban dilarang mencairkan modal dengan alasan akan dikenakan denda atau penalty besar. Hal ini untuk memastikan korban tetap “terkunci” dalam skema penipuan.
Mengenali ciri-ciri investasi ilegal penting untuk melindungi diri dari kerugian finansial. Dengan waspada dan meneliti setiap tawaran investasi, masyarakat dapat berinvestasi dengan aman dan bijak.
Referensi:
https://www.ilslawfirm.co.id/modus-penipuan-investasi-bodong/
https://www.ocbc.id/id/article/2025/08/13/modus-investasi-return-tinggi-hati-hati-penipu-sedang-beraksi
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....