Jebakan Maut Judi Online

  • 07 Okt 2024 14:58 WIB
  •  Sintang

“ Kalau Memang tidak bisa menghasilkan uang untuk Bos, kamu bisa dipukul, disetrum yang paling buruk dijual keperusahaan lain,” cerita Rio……

“ Bahkan titik terhancurnya itu saat itu saya cuma punya uang 16 ribu, anak butuh popok, beras lagi tidak ada,dia menyesal tapi sambil bilang yang sudah sudah lah….,” ujar Yola…..

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sambil bercerita, Berkali-kali Yola (Bukan Nama sebenarnya) menyeka Air matanya, Wanita 30 tahunan itu belum, bisa menutupi  kesediahanya, baru beberapa bulan ini ia memutuskan berpisah dengan suami yang kecanduan judi Online…

“ Sekarang sudah resmi pisah..” ucap Yola

Yola, adalah  keluarga muda yang  merasakan pengaruh buruk Judi Online, Suaminya berubah 180 derajat  setelah kecanduan judi online, keluarga ini dililit  hutang, ekonomi keluarga hancur, sang anak  jadi korban kekerasan, Yola tak kuat lagi setelah menyaksikan luka lebam di tubuh buah hatinya….

“ Setelah beberapa waktu anak di bawa ke psikolog, anak itu mengalami kekerasan dari ayahnya, saya tahu badan anak itu luka biru, cuma saya tidak tahu ternyata dipukul, ngakunya jatuh,  akhirnya setelah dibawa ke Psikolog baru ngaku pernah dipukul ayahnya tapi tidak mau bilang, karena kalau bilang dipukul ayahnya namun tidak berani bilang mengancam akan ditambah, itu saya kira karena efek kalah judi dan rugi banyak,” cerita Yola.

Kami Berkeyakinan, Yola bukanlah  satu-satunya keluarga yang terjerat Judi Online, Untuk memastikanya kami mendatangi Pengadilan Agama Sintang. Dari data yang kami peroleh angka Perceraian keluarga muda setiap tahunnya terus meningkat….

Panitra Muda Gugatan dari Pengadilan Agama kabupaten Sintang Muhammad Nor memaparkan ada sekitar 400 kasus perceraian tahun 2024 di pengadilan Agama Sintang, 70 persenya akibat permasalahan ekonomi yang di dalamnya ada masalah judi Online dan pinjaman online…

“ Nafkah tidak dikasi, setelah ditelisik dalam sidang ternyata terperangkap Judi online, kemudian pinjol juga, ekonomi rumah tangga terganggu, bertengkar terus menerus, sering main game yang menggunakan uang juga itu kan judi juga,” kata Muhammad Nor

Jaringan Internet yang semakin kencang di perbatasan mulai merubah prilaku anak anak disini,   Judi  Online kian meresahkan, sebagian besar gen Z di Sintang  pernah bermain judi online, sebagian lainya  terjebak dan sulit keluar dari lingkaran, mereka, mereka yang pernah menang hanya seperti pancingan,  hari berikutnya mereka kalah terus menerus sampai hartanya habis dijual.

“Memang Diberikan kemenangan, terobsesi mau menang lagi, apalagi nominal kemenangan sampai ratusan juta rupiah, pengen juga keluar dari sini, tapi sampai saat ini belum ada rehabnya, pengen keluar tapi selalu ada yang mempromosikan, bingung mulai dari mana,”

Fery Misalnya Ia tak pernah jera meski kemenangannya tak pernah bisa Ia nikmati.

“ Beramain disalah satu situs, saya depo dan saya menang kisaran 1 jutaan, diselang saya menunggu penarikan masuk ke rekening sekitar 30 menita uang tidak masuk-masuk, saya mauk ke situsnya lagi ternyata akun sudah diblokir sudah tidak bisa diakses lagi, saya cek admin mereka meminta foto selfie, KTP dan nomor rekening, menurut saya mereka terafliasi Pinjol,’ kata Fery.

Direktur Rumah sakit Jiwa Sudianrto Sintang, dr Yohanes menunjukan fenomena  penggunaan internet  saat ini cukup mempengaruhi Kesehatan mental, Internet  berpotensi menjadi adiksi yang membuat orang tergangu jiwanya.

Pornografi, Belanja online, hingga judi online  dapat mempengaruhi jiwa seseorang , Dokter Yohanes mengaku tengah merawat beberapa remaja yang  ganguan mental akibat Judio Online..

“ Ini saya baru masukin satu pasien saya dengan ganguan jiwanya, katagorikan ganguan prilaku akibat judi online, Banyak …sebenarnya tapi tidak terkuak aja, wajar hutang dimana-mana, karena judi ini hutang kemana mana, pekerjaan terbengkalai, itu tantangan terbaru kita, bukan hanya judi online, game online juga katagori adiksi internet, “ kata dokter Yohanes.

Asosiasi Penyelenggaran Jasa Internet Indonesia menyebut pada priode 2022 terdapat 210,03 juta pengguna internet di Indonesia. berdasarkan kelompok usia pada penggunaan internet di urutan pertama ditempati oleh kelompok gen Z sebanyak 99,16 %. Jumlah ini mengalami peningkatan sebanyak 6,78%  setiap tahunya.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Siang itu, kami menemukan  sebuah postingan di akun Tiktok,  postingan ini diteruskan berkali kali dan menjadi For You Page (FYP). Kami memastikan postingan Ini bukan postingan hoax dan berkaitan erat dengan judi online…

Teruntuk President Joko Widodo, yang saatini menjabat. President terpilih, Pak Prabowo Subianto, serta Pangeran Gray, Uya Kuya, Dedy Corbuizer, serta  Najwa Shihab. Kami memohon pertolongan dan memita bantunya. Kami disini disekap kurang lebih, selama 2 minggu, mungkin lebih. Makan juga kita sehari sekali  Itupun bekas dari makanan mereka, yang dikasih ke kita. Kami tidak tau juga rekan kami yang berada di sekapan, yang berbeda dari tempat ini. Kami mohon, agar segera mengevakuasi kami, kurban TPPO, yang berada di Myanmar, tepatnya didaerah Miawadi.

Sebelumnya sejumlah keluarga di kalimantan barat  menyatakan kehilangan anak anaknya.

Kami menelusuri beberapa kasus hilangnya anak anak Kalimantan barat melalui jalur perbatasan Malaysia mereka mendapatkan pekerjaan di luar negeri….

Lewat Internet   kami menemukan nama Rio, seorang remaja asal Singkawang, satu dari 7 orang yang berhsail diselamatkan melalui bantuan Negara , Rio adalah Operator  Judi online,

“ Itu..di Kamboja sekitar 4 bulan di Myanmar sekitar 8 bulan atau sekitar 9 bulan,” kata Rio

Mereka direkrut dan difasilitasi pengusaha judi melalui media social.

“ Kalau target tidak tercapai ada hukuman punishment, sama pemotongan gaji, target per orang minimal seribu dollar,”

Sebagai operator Judi Online  nasib mereka bahkan lebih buruk  mengalami peyiksaan, mendapat makanan tidak layak, dibawah ancanam senjata.

“ Bosnya bilang kalau nggak bisa nyampai target hukuman diberatin, sampai gak menghasilkan uang buat bos bias dipukul di setrum yang paling buruk dijual ke perusahaan lain,”

Judi Online adalah fenomena gunung es,  di dalamnya beragam persoalan rumit terjadi, korbannya adalah anak anak muda . Polda Kalimantan Barat mendata kasus terbesar berada ternyata di Sintang

Kasi Humas Poltabes Pontianak Iptu Wily mengatakan selain karena jalur perbatasan wilayah ini juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Kalimantan barat.

“Terbesar Judol, makanya saya bilang kabupaten Sintang tertinggi,” ujar Iptu Wily

Salah satu Upaya pencegahan dilakukan dengan patroli cyber, memantau seluruh  Platform media social khusunya Judi Online, melalui saluran inilah  para sales judi Online beroprasi

“ Atensi ya mulai bapak presiden sampai Kapolres ter bawah, terkenalnya dibantu para Sales, Judol ini kan kami menyebutnya seleb judol,” tambah Iptu Wily…

Yola, Ferry, dan Rio adalah Sebagian kecil contoh korban akibat daya rusak Judi online.

“ Sampai… ayo lah bang top up lagi… ayo lah bang top up lagi.. kadang lewat chat . sampai tak mengkontrol diri sendiri, dia lebih parah dari orang awal yang mengajaknya…” keluh Yola..

diluar sana masih ada jutaan anak -anak Indonesia  yang juga terancam…..

(Dengarkan Pula versi Audionya)

Rekomendasi Berita