Alasan Gen Z Tergila-gila pada Budaya Pop Masa Lalu

  • 29 Sep 2026 16:09 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Salah satu paradoks budaya pop 2026 adalah ini: generasi yang paling digital, paling terhubung, dan paling terpapar hal-hal baru justru menjadi penggerak terbesar tren nostalgia terhadap era yang sebagian besar dari mereka tidak sempat alami secara langsung.

Mengutip Diplomatic Envoy, Gen Z melihat budaya era 2000-an bukan sebagai kenangan pribadi, melainkan sebagai eskapisme. Dalam dunia yang bergerak sangat cepat dengan notifikasi yang tidak pernah berhenti, konten dari era ketika internet masih lambat dan media sosial belum ada terasa menawarkan kecepatan yang berbeda, lebih lambat, lebih komunal, dan lebih mudah untuk diikuti.

The Pop Blog melaporkan bahwa budaya analog mengalami kebangkitan yang nyata di kalangan Gen Z, termasuk kaset pita, kamera film, dan VCD yang kini menjadi benda koleksi yang dicari justru oleh generasi yang tidak pernah benar-benar menggunakannya secara fungsional. Nilai estetik dan simbolik dari benda-benda tersebut lebih besar daripada nilai praktisnya.

Di balik daya tarik estetika, ada juga dimensi ekonomi yang relevan. Sebagaimana dicatat oleh beberapa analis budaya, Gen Z adalah generasi yang tumbuh dalam krisis finansial, pandemi, dan ketidakstabilan geopolitik. Milestones yang dianggap menandai kedewasaan, seperti memiliki rumah atau membangun keluarga, terasa semakin jauh dari jangkauan. Dalam kondisi itu, nostalgia pada masa yang terasa lebih sederhana bukan sekadar preferensi estetika, melainkan juga bentuk respons emosional terhadap tekanan yang nyata.

TikTok menjadi katalis dari semua ini. Algoritma platform mendistribusikan konten berdasarkan relevansi emosional, bukan kronologi. Sebuah klip dari tahun 2004 bisa mendarat di For You Page (FYP) seseorang yang lahir pada 2005, dan jika koneksi emosionalnya terasa kuat, klip itu akan terus beredar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....