Kartu Pokémon Kembali Menjadi Fenomena Global
- 28 Sep 2026 16:25 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Kartu bergambar yang dulu dianggap mainan anak-anak kini menjadi salah satu produk koleksi paling diperebutkan di dunia. Pasar kartu Pokémon pada 2026 berada dalam fase pertumbuhan yang bahkan melampaui masa kejayaannya di era 1990-an.
Mengutip CNBC, sejak 2020, harga rata-rata kartu Pokémon naik hingga 1.350 persen berdasarkan indeks yang dikompilasi oleh lembaga grading kartu PSA. Lonjakan ini dipicu oleh beberapa faktor sekaligus: pandemi yang mendorong banyak orang kembali pada hobi masa kecil, ledakan video unboxing di YouTube dan TikTok, serta masuknya generasi baru kolektor yang melihat kartu sebagai aset, bukan sekadar permainan.
Berdasarkan data dari Yahoo Finance, pasar trading card game global bernilai sekitar 8,4 miliar dolar AS pada 2025 dan diproyeksikan tumbuh menjadi 16,9 miliar dolar AS pada 2035. Pokémon sendiri menguasai lebih dari 12 persen pangsa pasar global di antara semua merek kartu yang ada, menjadikannya pemain dominan yang belum tersaingi.
Antusiasme ini bukan sekadar angka di atas kertas. Di berbagai kota besar dunia, antrean panjang terbentuk setiap kali restok booster pack tiba di toko. Komunitas online dipenuhi diskusi soal kartu edisi tertentu yang harganya naik drastis dalam semalam. Bahkan kalangan dewasa yang tidak pernah memainkan kartu Pokémon sekalipun kini ikut berburu, bukan untuk dimainkan, melainkan untuk disimpan.
Integrasi digital turut memperluas jangkauan fenomena ini. Platform Pokémon TCG Live memungkinkan pemain membuka pack fisik dan mendapatkan konten digital secara bersamaan. Ke depannya, teknologi augmented reality juga mulai diintegrasikan ke dalam ekosistem kartu, mempertemukan pengalaman koleksi tradisional dengan inovasi modern.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....