K-pop, Mesin Ekspor Budaya Korea yang Terus Menguat

  • 30 Sep 2026 07:46 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Musik pop Korea bukan lagi sekadar genre musik. Ia telah berkembang menjadi salah satu ekspor budaya paling bernilai di dunia, mendorong pariwisata, penjualan produk kecantikan, makanan, hingga konten digital dari Korea ke seluruh penjuru dunia.

Mengutip The Korea Herald, Korea Selatan, Jepang, dan Indonesia tetap menjadi tiga pasar K-pop terbesar di dunia sepanjang 2025 berdasarkan data YouTube views yang dilacak K-Pop Radar. Berdasarkan data Luminate yang dikutip Outlook India, Korea Selatan kini menempati posisi keempat dalam kekuatan ekspor musik global, tepat setelah Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada. Ini menjadikannya eksportir musik berbahasa non-Inggris nomor satu di dunia.

Revenue dari tur live K-pop melampaui 14 miliar dolar AS pada 2025 saja, sementara kawasan Asia Tenggara, dengan Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam di dalamnya, menghasilkan kepadatan engagement media sosial dan streaming tertinggi secara global untuk konten K-pop. Asia Tenggara bukan sekadar pasar, melainkan mesin viral yang mendorong popularitas grup-grup K-pop ke seluruh dunia.

Nama Nyoman Ayu Carmenita atau Carmen dari grup Hearts2Hearts menjadi sorotan sebagai orang Indonesia pertama yang debut di agensi SM Entertainment Korea, sebuah pencapaian yang mencerminkan betapa dalamnya keterlibatan komunitas penggemar Indonesia dalam ekosistem K-pop global.

K-pop juga tidak berhenti pada musik. Pengaruhnya sudah meresap ke fashion, kecantikan, kuliner Korea, dan bahasa, menarik jutaan orang untuk mempelajari bahasa Korea melalui aplikasi seperti Duolingo, sebagian besar berkat kecintaan pada K-pop dan K-drama. Dalam skala ini, K-pop sudah lama melampaui industri hiburan dan menjadi instrumen kekuatan budaya lunak Korea di panggung global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....