Musik Era 90-an dan 2000-an Kembali Mendominasi Selera Pendengar
- 29 Sep 2026 16:09 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Tidak hanya di layar bioskop, gelombang nostalgia era 1990-an dan 2000-an juga melanda dunia musik. Lagu-lagu dari dua dekade tersebut kini kembali meresap ke dalam percakapan budaya pop global, dengan cara-cara yang sedikit berbeda dari sekadar putar ulang.
Mengutip The Retro Network, musik dari era 1990-an tidak pernah benar-benar menghilang, namun pada 2026 relevansi kulturalnya terasa diperbarui. Genre-genre seperti grunge, hip-hop, R&B, pop, dan alternative rock dari era itu kembali disampling, diremix, dan dirayakan oleh artis-artis generasi baru. Beberapa lagu dari era tersebut bahkan menjadi viral kedua melalui TikTok, menjangkau pendengar yang bahkan belum lahir ketika lagu-lagu itu pertama kali dirilis.
Fenomena sampling musik lama bukan hal baru, namun intensitasnya meningkat secara signifikan. Platform streaming memudahkan pendengar muda menemukan katalog lama, dan ketika sebuah lagu era 90-an dipakai dalam konten TikTok yang viral, streaming-nya bisa melonjak ratusan persen dalam hitungan hari.
Tren ini juga mendorong tur reuni. Beberapa artis dan band yang sudah tidak aktif selama satu hingga dua dekade kembali ke panggung dan menemukan bahwa basis penggemar mereka tidak hanya terdiri dari pendengar lama, tetapi juga generasi baru yang mengenal mereka melalui media sosial dan platform streaming. Konser-konser reuni ini sering kali menjadi acara yang paling banyak dibicarakan dalam kalender hiburan.
Daya tarik musik lama dalam konteks sekarang berkaitan dengan kebutuhan akan kenyamanan emosional. Di tengah arus informasi yang tidak pernah berhenti dan ketidakpastian global, suara-suara yang sudah akrab menawarkan sesuatu yang tidak ditemukan di tempat lain: rasa keakraban dengan sesuatu yang terasa lebih sederhana dan lebih utuh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....