Tips Menyimpan Makanan agar Tidak Mudah Basi

  • 14 Agt 2026 08:39 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Makanan basi kerap dianggap sepele, padahal bisa membahayakan kesehatan. Tanpa disadari, makanan yang tampak masih layak konsumsi mungkin telah terkontaminasi bakteri. Jika tetap dikonsumsi, makanan basi dapat memicu gangguan pencernaan hingga keracunan. Karena itu, penting mengenali ciri makanan basi agar Anda dan keluarga tetap aman. Makanan basi adalah makanan yang telah mengalami penurunan kualitas akibat pertumbuhan mikroorganisme, seperti bakteri atau jamur. Kondisi ini dapat dipicu oleh penyimpanan yang tidak tepat, paparan suhu ruang terlalu lama, atau karena telah melewati masa simpan. Mengkonsumsi makanan basi adalah perilaku berisiko yang dapat menyebabkan keracunan makanan atau food poisoning. Kondisi ini terjadi akibat kontaminasi bakteri, jamur, atau mikroorganisme berbahaya lainnya yang berkembang biak pada makanan yang sudah tidak layak konsumsi. Gejala yang timbul bervariasi, mulai dari mual, muntah, diare, kram perut, sakit kepala, hingga demam. Apabila gejala tersebut berlanjut, risiko dehidrasi parah dapat terjadi. Oleh karena itu, penting untuk segera minum banyak cairan seperti oralit, beristirahat, dan mencari pertolongan medis jika timbul gejala berat.

Berikut ini adalah ciri-ciri makanan basi yang perlu diketahui:

  1. Perubahan bau

    Makanan basi biasanya mengeluarkan aroma asam, busuk, atau tidak sedap yang berbeda dari bau aslinya.

  2. Perubahan warna

    Permukaan makanan basi dapat berubah menjadi kehijauan, keabu-abuan, atau kehitaman, misalnya pada roti, keju, daging, dan sayuran.

  3. Tekstur berubah

    Tekstur makanan basi dapat menjadi berlendir, sangat lembek, atau justru mengeras dan kering di bagian tertentu.

  4. Muncul jamur atau lendir

    Makanan basi dapat ditandai dengan munculnya bercak putih, hijau, atau hitam, serta lapisan berlendir yang menandakan pertumbuhan jamur maupun bakteri.

  5. Rasa yang aneh

    Makanan basi biasanya memiliki rasa asam, pahit, atau tidak seperti biasanya, sehingga sebaiknya tidak dikonsumsi dan segera dibuang ya.

Mencegah makanan basi dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di dapur, seperti menjaga kebersihan tangan, memastikan tempat penyimpanan tetap higienis, serta tidak menunda membuang makanan yang mencurigakan. Pastikan juga keamanan makanan sebelum dikonsumsi, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, dan lansia.

  1. Mencuci Buah Adalah Kesalahan Besar

    Ibu harus tahu kalau buah-buahan yang akan disimpan tidak perlu dicuci terlebih dahulu karena hal ini akan mempercepat pembusukan. Sebaik-baiknya cara menyimpan buah, adalah buah yang disimpan dalam keadaan kering

  2. Pisahkan Apel dengan Buah Lainnya

    Buah apel dapat mengeluarkan gas yang dapat menyebabkan buah atau sayuran menjadi lebih cepat busuk. Inilah sebabnya, buah apel perlu dipisah secara terpisah dengan buah atau sayuran lainnya. Sebaiknya, letakkan apel berdekatan dengan buah-buahan yang belum terlalu matang agar bisa cepat matang. Agar rasa dan tekstur apel tidak berubah. Apel bisa dikemas dengan cara dibungkus ke dalam plastik berlubang sebelum dimasukkan ke dalam kulkas.

  3. Membutuhkan Kelembaban yang Lebih Tinggi

    Sayuran adalah bahan makanan yang lebih mudah dibandingkan dengan buah. Cara penyimpanannya pun berbeda dengan buah. Sebelum disimpan, cuci bersih sayuran untuk mencegah bakteri yang menyebabkan layu dan kekuningan. Khusus jamur wajib dibungkus kertas, karena mudah berkeringat dan busuk jika dibungkus dalam plastik.Jauhkan dari buah-buahan dan bawang merah serta bawang putih untuk menghindari gas yang menyebabkan kekuningan. Letakkan di bagian rak atau laci khusus sayuran. Sayuran dapat disimpan 2-3 hari dalam kulkas.

  4. Tinggi Simpan Telur dengan Cara yang Tepat

    Cuci bersih telur untuk menghilangkan kotoran dan lap hingga kering sebelum di dalam kulkas. Simpan dalam tempat telur yang disediakan di kulkas dengan meletakkan ujung yang kecil berada di bawah. Cara ini akan memastikan kantung udara yang berada di atas nggak tertekan oleh berat telur sehingga nggak mudah pecah busuk. Telur dapat disimpan dalam kulkas selama 3-5 minggu.

  5. Masukkan Produk Susu dan Olahannya ke dalam Kulkas

    Jika ingin menyimpan susu dalam kulkas maka harus memperhatikan kemasannya. Untuk susu sebaiknya gunakan botol plastik sebagai kemasannya. Hindari kardus karton karena bakteri lebih mudah tumbuh di kardus karton dibandingkan dengan botol plastik. Susu dalam kardus karton yang sudah dibuka sebaiknya diminum dalam waktu 7-10 hari. Khusus untuk keju, yoghurt, krim asam dan krim yang belum dibuka maka tetap simpan dalam kemasannya. Jika sudah dikonsumsi maka produk-produk olahan susu itu tidak boleh dikembalikan ke kemasan aslinya. Sebaiknya letakkan produk olahan susu yang sudah dikonsumsi ke dalam mangkuk, piring atau wadah plastik sebelum disimpan ke dalam kulkas.

  6. Solusi dari Segala Solusi

    Semua tips di atas akan lebih sempurna jika ingin menerapkan penyimpanan makanan menggunakan Mesin Vacuum Food Sealer Packing Segel Makanan. Alat yang digunakan dalam proses pengemasan produk dengan mengosongkan udara yang ada dalam plastik kemasan. Mesin ini biasa digunakan untuk mengemas berbagai jenis bahan makanan segar yang sensitif terhadap lingkungan. Dengan mengosongkan udara di dalam plastik, maka kualitas produk akan lebih terjamin karena terhindar dari proses oksidasi yang dapat menyebabkan kerusakan pada produk.

sumber:

https://www.alodokter.com/makanan-basi-ketahui-ciri-bahaya-dan-cara-menghindarinya

https://www.halodoc.com/artikel/efek-makan-makanan-basi-waspada-gejala-ini?srsltid=AfmBOop4D2B8je15c2obTJxNmHYETXBviyygZ3rlEbr3gD5OkGYjnX0w

https://fastprint.co.id/blogs/tips-trik/tips-dan-trik-agar-makanan-tidak-cepat-basi

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....