Lelah Terus, Jangan-Jangan Kamu Lagi Burnout?

  • 29 Jul 2026 07:21 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Apa Itu Burnout dan Kenapa Bisa Terjadi?

Burnout terjadi ketika seseorang mengalami stres berkepanjangan tanpa jeda yang cukup untuk pemulihan. Awalnya mungkin hanya merasa lelah, tetapi lama-kelamaan bisa berkembang menjadi kehilangan motivasi bahkan keinginan untuk berhenti dari aktivitas.

Ciri-Ciri Burnout

Ciri-ciri utama yang kerap terjadi saat seseorang mengalami burnout adalah selalu merasa lelah dan stres saat melakukan aktivitas sehari-hari. Adapun sejumlah ciri-ciri umum dari burnout adalah sebagai berikut.

  1. Kehilangan Semangat dan Minat untuk Melakukan Aktivitas

    Pertama, ciri-ciri burnout adalah kehilangan semangat dan minat untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Memaksakan diri untuk melakukan suatu kegiatan dalam jangka waktu lama dapat menguras banyak energi sehingga bisa memicu kelelahan.

  2. Membenci Pekerjaan yang Digeluti

    Burnout adalah rasa lelah berkepanjangan yang bisa menyebabkan munculnya stres dan frustrasi saat bekerja. Kondisi ini dapat membuat seseorang merasa sulit untuk berkonsentrasi, merasa tidak kompeten, tertekan, dan terbebani hingga akhirnya menimbulkan rasa benci terhadap pekerjaan yang digeluti. Hal tersebut juga turut menyebabkan performa kerja seseorang menjadi menurun dan kurang memuaskan.

  3. Merasa Tidak Berharga

    Ciri-ciri burnout berikutnya adalah timbulnya perasaan bahwa dirinya tidak berharga dan berguna. Hal ini kerap terjadi karena adanya penurunan kinerja dan produktivitas yang menyebabkan pencapaian pun ikut menurun.

  4. Mudah Marah

    Orang yang sedang mengalami burnout cenderung mudah marah dan tersinggung, terutama jika semuanya tidak bisa berjalan sesuai dengan rencana dan ekspektasi. Selain itu, kondisi ini juga kerap terjadi karena adanya pekerjaan yang terus bertambah dan menumpuk, sehingga pekerjaan tidak selesai dan berujung pada penurunan performa kerja. Hal ini pun dapatmembuat seseorang menjadi lebih sensitif.

  5. Cenderung Tertutup dari Lingkungan Sosial

    Perasaan stres dan frustrasi yang dialami oleh penderita burnout dapat membuatnya bersikap sinis terhadap orang-orang di lingkungan sekitar pekerjaannya. Selain itu, mereka juga kerap menganggap aktivitas sehari-harinya merupakan beban hidup sehingga membuatnya merasa enggan untuk bersosialisasi, baik dengan rekan kerja, teman, maupun anggota keluarga.

  6. Mudah Sakit

    Apabila terjadi dalam jangka waktu panjang, burnout berisiko menurunkan sistem imun tubuh. Kondisi ini membuat seseorang rentan untuk terkena berbagai penyakit, seperti flu, sakit perut, badan pegal-pegal, dan lain sebagainya.

    Cara Mengatasi Burnout

    A. Menjaga Keseimbangan Hidup

    Cara mengatasi burnout yang pertama adalah dengan menjaga keseimbangan hidup, antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi (work-life balance) sebaik mungkin. Hal ini dapat dilakukan dengan membagi waktu untuk bersantai, bekerja, dan melakukan aktivitas sehari-hari lainnya.

    B. Mengevaluasi Setiap Kegiatan yang Dilakukan

    Cara mengatasi burnout berikutnya yaitu dengan mengevaluasi setiap kegiatan yang dilakukan secara rutin. Selain itu, ada baiknya untuk bersikap realistis dan tidak menetapkan ekspektasi yang terlalu berlebihan guna meminimalkan rasa cemas dan stres berlebih. Jangan lupa juga untuk memberikan apresiasi terhadap diri sendiri saat memperoleh suatu pencapaian.

    C. Berbagi Cerita dengan Orang Terdekat

    Cobalah untuk menceritakan apa yang Anda rasakan kepada kerabat atau orang-orang terdekat yang bisa dipercaya guna mendapatkan dukungan dalam memberikan semangat dan motivasi kepada diri sendiri. Selain itu, bercerita dengan orang yang tepat juga bisa membantu melepaskan emosi negatif serta meredakan stres yang kerap memicu munculnya burnout.

    D. Menerapkan Gaya Hidup Sehat

    Penting pula untuk menerapkan gaya hidup sehat sebaik mungkin guna membantu mengatasi burnout dari aktivitas sehari-hari. Sebab, menerapkan gaya hidup sehat dapat membantu menjaga kesehatan tubuh sehingga membuat pikiran menjadi lebih fokus dan jernih.

    Jangan Tunggu Sampai Terlambat . Burnout sering kali datang perlahan, tetapi dampaknya bisa besar. Jika kamu terus memaksakan diri tanpa memperhatikan kondisi mental, kamu bisa kehilangan energi dan motivasi dalam jangka panjang.

    Mulailah lebih peka terhadap diri sendiri. Jika kamu merasa lelah secara terus-menerus, jangan abaikan. Dengarkan tubuh dan pikiranmu.

    Tidak ada salahnya untuk berhenti sejenak, mengambil napas, dan mengatur ulang langkah. Justru dengan cara ini, kamu bisa kembali lebih kuat dan siap menghadapi tantangan.

    Pada akhirnya, menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan mencapai prestasi. Kamu tidak harus terus berlari tanpa henti. Terkadang, berhenti sejenak adalah langkah terbaik untuk bisa melangkah lebih jauh.

    Sumber Refrensi Utama : https://masoemuniversity.ac.id/

    https://www.siloamhospitals.com/

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....