Dapat Daging Qurban Banyak? Simak, Tips Menyimpan Daging Qurban Biar Awet

  • 30 Mei 2026 21:05 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Idul Adha adalah hari raya atau hari besar kedua bagi umat Islam setelah hari raya Idul Fitri. Hari raya Idul Adha jatuh setiap tanggal 10 Dzulhijjah menurut kalender Hijriah atau 70 hari setelah hari raya Idul Fitri. Seperti halnya Idul Fitri, umat Islam juga akan melaksanakan salat sunnah Idul Adha bersama-sama di masjid atau tanah lapang. Hari raya Idul Adha merupakan puncak ibadah haji, dimana jutaan umat Islam dari seluruh dunia berkumpul di Mekkah untuk melakukan rangkaian ibadah yang menjadi rukun Islam kelima ini. Bagi Anda yang belum mampu mengerjakan ibadah haji, maka berkurban menjadi salah satu cara mendekatkan diri kepada-Nya saat hari raya Idul Adha. Berkurban menjadi amalan utama Idul Adha dengan cara melakukan penyembelihan hewan kurban.

Biasanya, sebagai shohibul qurban atau orang yang berkurban, daging yang diperoleh cukup banyak. Sehingga terlalu banyak jika harus memasak keseluruhannya. Alhasil, banyak orang kemudian menyimpan daging kurban di kulkas untuk dimasak menjadi berbagai olahan daging di kemudian hari. Sayangnya, banyak orang yang menyimpan daging kurban dengan cara yang salah, sehingga dagingnya cepat rusak. bagaimana cara menyimpan daging kurban yang benar agar tetap aman dan tahan lebih lama?

Berikut ini adalah langkah-langkah menyimpan daging kurban agar tahan lama di kulkas:

  1. Pilah antara daging yang kotor dan bersih

    Saat menerima daging kurban, sebisa mungkin Anda memilah mana yang kotor dan bersih. Pisahkan daging yang bersih dari bagian yang kotor. Ini harus segera dilakukan segera setelah Anda menerima daging kurban dari masjid atau tempat penyembelihan.

  2. Daging yang bersih tak perlu dicuci, sementara yang kotor cukup dibersihkan dengan tisu

    Ya, daging kurban sebaiknya tidak dicuci sebelum disimpan. Mencuci daging justru dapat menghilangkan lapisan pelindung alami dan menyebabkannya menyerap air, sehingga meningkatkan risiko kontaminasi bakteri. Jadi sebaiknya, bersihkan daging dengan tisu dapur untuk menghilangkan kotoran, dan simpan langsung dalam kondisi kering untuk menjaga kesegarannya.

  3. Potong-potong daging per sajian

    Potong daging sesuai dengan ukuran porsi yang biasa Anda gunakan untuk sekali masak. Ukuran porsi bisa disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga atau kebutuhan resep tertentu. Tujuannya tentu supaya lebih mudah jika Anda hendak mengambilnya dari freezer. Jika daging memiliki bagian yang berbeda (misalnya bagian daging yang lebih keras dan lebih lembut), pisahkan sesuai dengan jenis masakan yang akan dibuat. Misalnya, bagian yang lebih keras bisa digunakan untuk masakan berkuah atau direbus lama, sedangkan bagian yang lebih lembut bisa untuk panggangan atau tumisan.

  4. Masukkan ke wadah kedap udara atau plastik vakum dan beri label

    Selanjutnya bungkus setiap porsi daging dengan wadah kedap udara atau plastik vakum. Kemudian, beri label setiap bungkus dengan tanggal penyimpanan dan jenis daging (sapi atau kambing) serta bagian daging jika perlu (misalnya, "daging paha" atau "daging iga").

  5. Jangan langsung memasukkan daging ke freezer

    Tips memasukkan daging ikan, sapi maupun kambing sebelum ke freezer, terlebih dahulu simpan daging di bagian bawah kulkas selama beberapa jam (sekitar 1-2 jam) untuk menurunkan suhu daging secara bertahap sebelum dibekukan. Ini membantu menjaga kualitas daging dan mencegah pembentukan kristal es besar yang bisa merusak tekstur daging.

  6. Atur suhu freezer yang tepat

    Terakhir, masukkan daging ke freezer, ditata secara rapi. Freezer sebaiknya diatur pada suhu -18°C atau lebih rendah. Suhu ini membantu menghentikan pertumbuhan bakteri dan menjaga kualitas daging untuk jangka waktu yang lebih lama.

*Artikel ini disadur dari: detik.com

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....