MBG Berkah Bagi Anak Perbatasan

  • 15 Apr 2026 08:53 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang- Bagi Anak Perbatasan yang tinggal Indekos di kota Sintang, Makanan Bergizi Gratis (MBG) menjadi berkah tersendiri buat mereka, selama ini ternyata banyak Siswa dari pedalaman yang bersekolah di kota Sintang belum sempat sarapan ketika mereka berangkat ke sekolah.

Seperti diungkapkankan Siswa SMK Negeri 1 Sintang, Kristian Ia jarang sarapan saat pergi ke Sekolah, dengan adanya MBG cukup membantunya mengatasi kelaparaan saat belajar di sekolah selain itu dapat menghemat uang jajan yang diberikan orang tuanya dari kampung.

“ Lumayan lah, tidak perlu beli makanan dan menghemat uang, apalagi jarang sarapan jadi dengan adanya MBG tidak kelaparan benar,’ ungkap Kristian

Siswa lainya juga Arzila mengungkapkan hal yang sama, jarang sarapan ketika ke sekolah karena jarak dari rumah ke Sekolah cukup jauh sehingga terburu –buru berangkat ke Sekolah.

“Sudah tahu ada MBG kita tenang tidak sarapan pun,” katanya.

Mayoritas anak-anak di Sekolah ini menaggapi positif adanya MBG, kendati demikian ada beberapa hal yang juga mereka perlu dibenai seperti menu yang bervariasi mengingat selama satu semester pelaksanaan MBG anak anak mulai merasa bosan.

Staf TU SMK Negeri Sintang Mutiara mengatakan masakan cukup enak namun menu yang berulang membuat anak-anak jenuh terutama menu sayuran.

“ Variasi menunya hanya ayam, telur dan daging, sebenarnya anak-anak lebih menyukai menu ikan, tapi mungkin ikan lebih mahal disini ya.” ucap mutiara.

Jumlah Siswa penerima manfaat di SMK Negeri 1 Sintang tercatat 1.520, kondisi ini kata Mutiara memerlukan strategi dalam mengatur pembagian MBG, setiap kelas diberikan tanggung jawab untuk mengambil dan mengembalikan opreng atau tempat makanan.

Jumlah penerima manfaat yang cukup besar di sekolah diakui sering mendapati makanan terutama sayuran yang kurang nyaman.

“Ada beberapa kali sayurnya rasanya seperti basi,” kata Arzila

Untuk mengetahui bagai mana standar kualitas makanan MBG kami mendatangi salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di jalan MT Haryono Sintang. Di SPPG terdapat sekitar 40 pekerja di dapur dengan standar yang telah ditetapkan.

Kepala SPPG Yuris Iqbal mengatakan pihaknya menangani 11 sekolah mulai dari PAUD hingga SMA dengan SPM 3.400 orang.

Menurut Iqbal pihaknya berusaha menjaga kualitas makanan tetap fresh saat dibagikan, namun rentang waktu yang cukup panjang menimbulkan kualitas makanan menurun terutama sayuran kondisi ini sulit dihindari.

“Untuk makanan olahan sebenarnya kita menginginkan agar cepat dikonsumsi tapi sekolah banyak dilangungkan pagi maka kami harus mempertimbangkan waktu pengolahan maka kita lakukan pengolahan makanan malam hari. Ini juga Pe-er buat kami untuk mencari bahan makanan yang dimasak malam tahan hingga sore hari berikutnya, “ kata Iqbal.

Beredarnya berbagai kritikan terhadap menu MBG menurut Iqbal perlu diluruskan sebab dengan budget Rp8.000 di Sintang sangat sulit membaginya karena dalam satu porsi MBG unsur-unsur gizi harus terpenuhi.

“ Budget di masyarakat tahunya 15 ribu, padahal rentang kita hanya 8 hingga 10 ribu, apalagi bulan puasa barang barang naik, Kadang Ahli Gizi sudah merancang menu tapi di pasar kosong,” ungkap Iqbal.

Iqbal menegaskan pihaknya melakukan pengawasan sesuai standar. Mulai dari para pekerja juga sudah mendapatkan pelatihan dan diawasi mulai bahan baku hingga hasil olahan, bahkan penggunaan bahan baku diharuskan produk lokal namun ada beberapa produk yang di Sintang ketersediaanya terbatas.

Ia juga mengatakan dibangunya SPPG membuka peluang besar untuk UMKM di Sintang berpartisipasi menjadi pemasok kebutuhan SPPG yang saat ini masih sangat terbatas.

Dibalik setiap kotak MBG memang tersimpan harapan besar agar anak anak perbatasan seperti di Sintang dapat terpenuhi gizinya sehingga tumbuh sehat, cerdas.(fik)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....