Konsistensi dan Kemasan Jadi Kunci Kopi Bang Jago
- 06 Okt 2026 09:03 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Menjalankan usaha membutuhkan ketekunan dan kemampuan menghadapi berbagai tantangan. Bagi Sukardi, pemilik Kopi Bang Jago, semangat, konsistensi dan kemasan produk menjadi bagian penting dalam menjaga usaha agar tetap berkembang.
Hal tersebut disampaikan Sukardi saat berbincang dalam program UMKM Bicara Pro 1 RRI Sintang, Senin, 5 Oktober 2026. Ia mengatakan, menjadi pelaku usaha tidak selalu mudah karena harus menghadapi rasa lelah, perubahan omzet hingga upaya mempertahankan kepuasan pelanggan.
“Kalau menjadi pengusaha, suka dukanya pasti ada. Capek itu sudah pasti, tetapi ketika ada pemasukan, rasa capek itu seperti hilang. Naik turunnya omzet juga menjadi bagian dari perjalanan usaha,” ujarnya.
Menurut Sukardi, kepuasan pelanggan menjadi salah satu sumber semangat dalam menjalankan usahanya. Ketika konsumen merasa puas terhadap produk yang diberikan, hal tersebut menjadi kebahagiaan sekaligus dorongan untuk terus mempertahankan kualitas usaha.
| Baca juga: UMKM Sintang Keluhkan Kenaikan Harga Plastik |
“Ketika melihat pelanggan senang dan puas dengan produk kita, tentu kita juga ikut merasa puas dan bahagia. Itu yang membuat kita tetap semangat menjalankan usaha,” katanya.
Ia menilai konsistensi merupakan bagian penting dalam membangun usaha karena hasil tidak selalu dapat diperoleh dalam waktu singkat. Pelaku UMKM perlu terus belajar, melakukan perbaikan dan tidak mudah berhenti ketika menghadapi kendala.
“Yang paling penting adalah konsisten. Jangan baru mulai usaha kemudian berhenti di tengah jalan. Kita harus terus belajar, memperbaiki usaha dan menjalankannya dengan sungguh-sungguh,” tuturnya.
Selain konsistensi, Sukardi melihat kemasan memiliki peran penting dalam memperkuat identitas Kopi Bang Jago. Kemasan yang lebih menarik dan modern dinilai dapat membuat produk lebih mudah dikenali sekaligus memberikan kesan profesional kepada konsumen.
“Bagi saya, packaging itu sangat penting karena menjadi jati diri dari sebuah produk. Kemasan yang menarik membuat produk terlihat lebih profesional dan memiliki nilai jual tersendiri,” ujarnya.
Sukardi menjelaskan, proses pembaruan kemasan Kopi Bang Jago membutuhkan waktu karena desainnya beberapa kali mengalami revisi. Ia bersama rekannya membutuhkan waktu sekitar satu bulan hingga mendapatkan tampilan yang dianggap sesuai dengan karakter produk.
“Desainnya saya dibantu oleh rekan. Prosesnya kurang lebih satu bulan karena beberapa kali kami revisi sampai mendapatkan tampilan yang menurut kami menarik dan sesuai dengan produk,” katanya.
Perubahan kemasan tersebut, menurut Sukardi, turut memberikan pengaruh terhadap perkembangan penjualan. Tampilan baru yang lebih modern membuat Kopi Bang Jago memiliki daya tarik visual yang lebih baik ketika dipasarkan.
“Setelah mengganti kemasan, pengaruhnya terhadap penjualan cukup besar. Kemasan yang sekarang terlihat lebih modern dan profesional sehingga memberikan kontribusi yang baik terhadap produk Kopi Bang Jago,” tuturnya.
Kopi Bang Jago mulai dirintis Sukardi sejak 2018. Dalam perjalanan usahanya, ia sempat berhenti sementara karena kelelahan secara fisik, sebelum kembali mengembangkan usaha tersebut pada 2026.
Saat ini Kopi Bang Jago telah dipasarkan di sejumlah toko dan supermarket di Sintang serta mulai menjangkau daerah Sekadau dan Melawi. Sukardi juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi untuk memperluas pengenalan produknya kepada konsumen.
Ia mengatakan, kondisi ekonomi yang berubah-ubah tidak seharusnya membuat pelaku UMKM mudah menyerah. Menurutnya, kerja keras dan promosi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar usaha tetap mampu bertahan di tengah persaingan.
“Kalau untuk menjaga usaha tetap berjalan, saya memilih tetap bekerja keras dan terus melakukan promosi. Kondisi ekonomi memang bisa naik turun, tetapi usaha harus tetap dijalankan dan kita tidak boleh mudah menyerah,” katanya.
Sukardi berharap pelaku UMKM berani melakukan evaluasi terhadap produk, termasuk memperhatikan kemasan yang digunakan. Menurutnya, kemasan tidak harus mahal, tetapi perlu mampu menunjukkan karakter produk dan membantu konsumen mengenali produk dengan lebih mudah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....