UMKM Sintang Didorong Manfaatkan Digital
- 28 Sep 2026 19:08 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID., Sintang- Transformasi digital membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan bisnis secara kreatif dan inovatif. Hal tersebut menjadi pembahasan dalam acara UMKM Bicara bertema “Transformasi Digital dan Kreativitas UMKM: Membangun Usaha Kreatif dan Inovatif di Era Digital” di Studio Pro1 RRI Sintang, Senin, 28 September 2026.
Pemilik Komunitas Digital Utehso, Solihin, mengatakan perkembangan teknologi membuat kebutuhan pelaku UMKM terhadap layanan digital semakin meningkat. Menurutnya, kondisi tersebut dapat menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari kegiatan bisnis.
Melalui Utehso Store & Project, Solihin menyediakan berbagai layanan digital, mulai dari akun aplikasi premium untuk editing, desain, dan aplikasi kecerdasan buatan (AI). Selain itu, tersedia pula jasa desain grafis serta pencetakan spanduk, baliho, stiker logo, flyer, poster, dan kebutuhan promosi lainnya.
Solihin mengungkapkan ketertarikannya pada bidang desain grafis dimulai sejak 2021 karena pekerjaan tersebut dapat dilakukan dari berbagai tempat. “Awalnya saya belajar secara gratis, kemudian berkembang menjadi jasa berbayar karena melihat banyak kebutuhan desain dari berbagai kalangan,” ujarnya.
Jasa desain yang ditawarkan menyasar sejumlah kelompok, seperti pelaku UMKM, perusahaan, agen perjalanan, jurnalis, tenaga penjualan, perkantoran, hingga sektor hiburan. Harga desain disesuaikan dengan kebutuhan, sementara jenis pekerjaan yang banyak dipesan di antaranya flyer dan poster.
Sementara itu, Sekretaris Forum Komunikasi UMKM Kelutap Sintang sekaligus pemilik Alfie Cake Homemade, Alfie Mellysiane, menceritakan perjalanan usahanya yang dimulai dari produk makanan rumahan. Ia mengembangkan sejumlah produk seperti brownies Milo, bawang dayak, serta bolu pandan yang dipasarkan secara mandiri.
Pemasaran produk dilakukan melalui sejumlah media sosial seperti WhatsApp, Instagram, Facebook, dan TikTok. “Produk harus tetap tersedia meskipun jumlahnya tidak banyak, dan yang penting terus belajar serta tidak malu untuk menghasilkan keuntungan,” kata Alfie.
Dalam menjalankan usaha makanan, Alfie juga menghadapi tantangan berupa persaingan pemasaran dan risiko pembatalan pesanan. Kondisi tersebut membuatnya lebih berhati-hati dalam menerima pesanan karena produk makanan dapat mengalami kerusakan dan menimbulkan kerugian dari sisi modal maupun tenaga.
Pengalaman kedua pelaku UMKM tersebut menunjukkan bahwa pengembangan usaha membutuhkan kemampuan beradaptasi dengan perubahan teknologi dan kondisi pasar. Pemanfaatan media sosial, layanan digital, kreativitas produk, serta kemauan untuk terus belajar dapat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan usaha.
Melalui kegiatan UMKM Bicara, pelaku usaha diharapkan semakin terbuka terhadap perkembangan teknologi dan mampu melihat peluang yang ada di sekitarnya. Kolaborasi antara pelaku UMKM, generasi muda, dan pemanfaatan teknologi juga dapat membantu usaha lokal Sintang berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....